TNI AU Minta Maaf Soal Dua Anggota Pomau Berbuat Kasar ke Warga Merauke
·waktu baca 1 menit

Dua orang anggota Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) berbuat kasar ke seorang warga di sebuah warung makan di Merauke, Papua. Tindakan yang dilakukan kedua orang tersebut terekam video dan tersebar di media sosial.
Mereka memiting seorang pria yang sedang berseteru di warung makan. Oleh dua anggota Pomau tersebut, pria itu dibawa ke pinggir jalan. Di sana pria itu dibaringkan ke trotoar, salah satu dari anggota Pomau menginjak kepalanya.
Terkait masalah itu Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang B. mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Senin (26/7). TNI AU tidak membenarkan tindakan kedua anggota tersebut.
"TNI AU menyatakan penyesalan dan permohonan maaf," kata Indan dalam keterangannya, Selasa (27/7).
Indan menjelaskan dua anggota Pomau itu semula berniat melerai pertengkaran warga dengan pemilik warung. Namun, cara mereka menyelesaikan masalah dinilai tidak tepat.
"Insiden yang diawali oleh keributan seorang warga yang diduga mabuk dengan pemilik warung, dan melibatkan dua anggota Pomau yang bermaksud melerai, kini dalam penanganan petugas Lanud Merauke," kata Indan.
Ia menyebutkan Pomau Lanud Merauke tengah melakukan penyelidikan terhadap kedua oknum tersebut. Selama proses itu mereka dilakukan penahanan.
"Kedua oknum anggota Pomau Lanud Merauke, kini sudah ditahan dan dalam pengawasan Komandan Lanud Merauke," kata Indan.
TNI AU memastikan memberikan hukuman setelah hasil penyelidikan keluar.
"TNI AU tidak segan-segan menghukum sesuai tingkat kesalahannya," kata Indan.
