TNI AU Songsong Pesawat Rafale: Penerbang & Teknisi Latihan Intensif di Prancis

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota TNI AU belajar tentang pesawat tempur Rafale di Prancis, Agustus 2025.  Foto: Facebook/TNI Angkatan Udara
zoom-in-whitePerbesar
Anggota TNI AU belajar tentang pesawat tempur Rafale di Prancis, Agustus 2025. Foto: Facebook/TNI Angkatan Udara

Awal tahun 2026, enam unit pesawat tempur Dassault Rafale dijadwalkan tiba di Indonesia untuk memperkuat alutsista TNI AU. Untuk menyongsong kedatangan pesawat tempur generasi baru itu, TNI AU mengirim 16 personelnya untuk mengikuti program pelatihan ke Prancis.

Program pelatihan ini bernama Pilot Training Batch 1 dan Organizational Level of Maintenance (OLM) Technical.

"Program ini diikuti oleh 16 personel pilihan, terdiri dari 4 penerbang dan 12 teknisi, yang seluruhnya berada dalam kondisi sehat dan siap melaksanakan seluruh tahapan pelatihan. Tim pelatihan batch 1 ini dipimpin oleh Kasiopslat Disops Lanud Supadio Letkol Pnb Binggi Nobel, M.S.S., selaku Ketua Tim," ungkap TNI AU dalam siaran pers, Kamis (14/8).

Sejumlah anggota TNI AU berpose di depan pesawat tempur Rafale di Prancis. Pesawat itu telah bertuliskan TNI AU. Foto: Dok TNI AU
Penerbang TNI AU belajar tentang pesawat tempur Rafale di Prancis, Agustus 2025. Foto: Facebook/TNI Angkatan Udara

TNI AU menjelaskan, pelatihan ini menjadi bagian dari langkah strategis TNI AU dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis.

Kegiatan ini juga selaras dengan salah satu program prioritas TNI AU, yaitu modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam), guna memperkuat daya tangkal udara nasional.

"Upaya ini sekaligus menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi spektrum ancaman modern yang menuntut kecepatan adaptasi, penguasaan teknologi mutakhir, dan integrasi kemampuan tempur," beber TNI AU.

Anggota TNI AU belajar tentang pesawat tempur Rafale di Prancis, Agustus 2025. Foto: Facebook/TNI Angkatan Udara
Anggota TNI AU belajar tentang pesawat tempur Rafale di Prancis, Agustus 2025. Foto: Facebook/TNI Angkatan Udara

Dalam kerangka tersebut, para teknisi mempelajari materi umum dan spesialisasi sesuai bidang masing-masing, yaitu Vector, Avionic, dan Armament.

Pembelajaran dilakukan di kelas dan hangar, dilanjutkan dengan on the job training di skadron operasional di Prancis.

Sementara itu, para penerbang memperdalam teori sistem dan prosedur pengoperasian Rafale sebelum melaksanakan tahapan simulator dan bina terbang.

Penerbang TNI AU belajar tentang pesawat tempur Rafale di Prancis, Agustus 2025. Foto: Facebook/TNI Angkatan Udara
Penerbang TNI AU belajar tentang pesawat tempur Rafale di Prancis, Agustus 2025. Foto: Facebook/TNI Angkatan Udara

Mulai 20 Agustus mendatang, para penerbang dijadwalkan melanjutkan pelatihan di Pangkalan Udara Saint-Dizier hingga Desember, untuk menguasai simulasi misi dan latihan terbang secara penuh.

Tahapan ini menjadi kunci memastikan kemampuan tempur yang optimal saat Rafale resmi memperkuat pertahanan udara Indonesia.

"Dengan persiapan yang terukur dan terintegrasi, TNI AU menegaskan komitmennya membangun kekuatan udara yang modern, ditopang oleh personel unggul yang siap mengoperasikan alutsista generasi terbaru demi menjaga kedaulatan wilayah udara nasional," papar TNI AU.

Infografik RI Borong 42 Jet Tempur Rafale. Foto: kumparan

Tahun 2022, Indonesia menandatangani pengadaan 42 pesawat Rafale untuk meremajakan pesawat tempur Sukhoi dan F-16 yang sudah menua. Untuk tahap awal, 6 unit tiba di Indonesia pada awal 2026.