Korban Anak Mayjen Purn, TNI Ikut Selidiki Kematian Siswa SMA Taruna

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kompleks SMA Taruna Nusantara Magelang (Foto: dok taruna-nusantara-mgl.sch.id)
zoom-in-whitePerbesar
Kompleks SMA Taruna Nusantara Magelang (Foto: dok taruna-nusantara-mgl.sch.id)

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirim Mayjen Setyo Sularso ke Magelang untuk turut serta dalam proses penyidikan pembunuhan Krisna Wahyu Nurachmad, siswa SMA Taruna Nusantara.

"Yang meninggal adalah putra dari purnawirawan TNI. Jadi TNI ingin melihat latar belakang apa yang terjadi dalam peristiwa itu," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, di Markas Polda Metro Jaya, Minggu (2/4).

Baca juga: Pembunuh Krisna Sering Bermasalah di SMA Taruna Nusantara

Boy mengatakan, TNI menaruh duka mendalam terkait kematian Krisna. Korban sendiri adalah putra dari Mayjen (Purn) Kartoto, yang telah meninggal dunia.

"Beliau ingin meninjau apa yang terjadi. Ini kan mendapat pengawasan TNI juga," kata dia.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Siswa Taruna Nusantara Ditahan di Sel Khusus Anak

Krisna ditemukan tewas di kamarnya, Barak G 17 Kamar 2B Kompleks SMA Taruna Nusantara di Mertoyudan, Magelang, Sabtu (1/4) pukul 04.00 WIB. Korban mengalami luka tusuk di lehernya.

Dalam penyelidikan, terungkap bahwa Krisna dibunuh oleh teman sekamarnya berinisial AMR (15). Penyebab pelaku nekat menghabisi nyawa Krisna pun sepele.

“Tersangka ini marah, jadi malamnya korban melaporkan ke pamong kalau tersangka membawa HP. Di SMA Taruna Nusantara kan tidak boleh siswa membawa HP Android,” kata Kepala Humas SMA Nusantara, Cecep Iskandar saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Sabtu (1/4).

HP AMR saat itu disita Pamong. AMR lalu marah kepada Krisna sehingga terjadi pertengkaran.