TNI: Rehabilitasi Pecandu Narkoba di Rindam Baru Wacana, Harus Dibahas Teknisnya
·waktu baca 2 menit

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Hamim Tohari mengatakan, rencana rehabilitasi pecandu narkoba akan ditempatkan di Resimen Induk (Rindam) Kodam masing-masing daerah masih berupa wacana.
Namun, apabila Rindam benar-benar dibutuhkan sebagai lokasi rehab, maka TNI AD siap memfasilitasi.
"Ini kan terkait dengan Rindam itu kan masih baru wacana, kita belum membahas secara teknis. Artinya kan kalau memang itu dibutuhkan kita siap," ujar Hamim kepada wartawan di Mabes TNI AD, Jakarta, Rabu (13/9).
Ia mengatakan, Rindam memang cukup luas. Dapat dipakai untuk pelatihan dan hal-hal lainnya.
"Persoalan tempat kan sebenarnya Rindam itu punya tempat yang cukup luas dan saat ini pun kita banyak mengakomodir kepentingan-kepentingan dari institusi yang lain untuk menyelenggarakan pendidikan, pelatihan di sana, terkait dengan hal-hal bela negara," kata Hamim.
Bila Rindam memang akan dipakai untuk lokasi rehabilitasi, maka harus ada pembicaraan teknis mengenai persiapan pembangunan lokasi rehab.
"Kalau toh memang Rindam diperlukan untuk oleh masyarakat untuk hal yang lain, kita akan siapkan. Tetapi kalau ditanya sekarang siapa, Rindam mana saja yang disiapkan, berapa banyak, itu kita masih belum membahas secara detail," jelas Hamim.
"Tapi setelah memang pembahasan detail, nanti akan kita sampaikan. Ini kan baru sebatas wacana, jadi belum ada update yang detail yang bisa saya sampaikan di sini," kata dia.
Usulan mengenai rehabilitasi pelaku narkoba dilakukan di Rindam disampaikan Presiden Jokowi dalam ratas penanganan dan pemberantasan narkoba di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/9).
"Yang berkaitan dengan rehabilitasi pada pelaku karena di lapas juga belum. Kemarin ada usulan dari Pangdam untuk bisa dilakukan di Rindam, di setiap Kodam," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, setiap Rindam memiliki kapasitas sekitar 300 hingga 500 orang. Artinya, pelaku narkoba bisa ditempatkan di sana.
"Tapi ini nanti kita bicarakan juga masalah anggarannya seperti apa," tuturnya.
