TNI Respons Keluhan Pengungsi Banjir Sumatera soal Airdrop Bikin Beras Hancur

5 Desember 2025 16:16 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TNI Respons Keluhan Pengungsi Banjir Sumatera soal Airdrop Bikin Beras Hancur
Mabes TNI memberikan penjelasan terkait kejadian viral distribusi logistik untuk pengungsi banjir Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
kumparanNEWS
Petugas menurunkan bantuan logistik bencana dari Pesawat Airbus A 400 TNI Angkatan Udara saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (4/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menurunkan bantuan logistik bencana dari Pesawat Airbus A 400 TNI Angkatan Udara saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (4/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
ADVERTISEMENT
Mabes TNI memberikan penjelasan terkait kejadian viral distribusi logistik untuk pengungsi banjir Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
ADVERTISEMENT
Penyaluran logistik via airdrop sempat dikeluhkan karena jarak drop terlalu tinggi. Akibatnya, beras hingga mi yang disalurkan untuk pengungsi pecah dan berceceran di tanah.
Kapuspen TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, pihaknya selalu terbuka dengan keluhan masyarakat. Apalagi mereka yang menjadi korban banjir dan longsor di Sumatera.
"TNI akan selalu merespons keluhan dan pengaduan dari masyarakat. Pada prinsipnya TNI selalu mengedepankan prosedur keselamatan dalam setiap kegiatan penyaluran bantuan, termasuk apabila menggunakan helikopter," kata Freddy kepada wartawan, Jumat (5/12).
Petugas menurunkan bantuan logistik bencana dari Pesawat Airbus A 400 TNI Angkatan Udara saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (4/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
Prajurit TNI AL menurunkan logistik bantuan bencana alam dari Helikopter HS 1302 di Kampung Durian, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (4/12/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Prajurit TNI AL menurunkan logistik bantuan bencana alam dari Helikopter HS 1302 di Kampung Durian, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (4/12/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Mabes TNI memastikan, pendistribusian logistik di daerah terpencil via airdrop sudah dievaluasi. Prinsipnya, agar distribusi logistik berjalan aman, lancar dan tepat sasaran.
"Setiap teknik penurunan logistik akan terus dievaluasi agar lebih efektif, aman, dan tepat sasaran, baik dari sisi metode pelepasan maupun keamanan kemasan bantuan yang didrop. Hal ini penting untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa menimbulkan risiko tambahan," kata Freddy.
ADVERTISEMENT
Lebih jauh, TNI mengatakan mereka akan terus mendengar aspirasi rakyat dan memperbaiki pelayanan agar semakin baik.
"Kami mengapresiasi perhatian masyarakat, dan TNI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penanganan bencana di seluruh wilayah," kata Freddy.
Sebelumnya airdrop dari heli ini mendapat sorotan karena jarak drop terlalu jauh. Akibatnya, beras begitu mendarat di tanah, pecah. Begitu pun dengan mi.
Warga tetap mengais beras yang berceceran di tanah. Ada pula yang memilih membuang beras itu. Seperti yang terjadi di Sibolga hingga Tapanuli Tengah.