TNI soal Ricuh di Aceh: Hormati Simbol Negara, Jaga Ketertiban

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas Foto: Instagram / @puspentni
zoom-in-whitePerbesar
Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas Foto: Instagram / @puspentni

Mabes TNI menanggapi kericuhan yang sempat terjadi di Aceh, siang tadi. Kericuhan itu dipicu usai orasi pada Hari Damai Aceh, yang digelar di Banda Aceh, Sabtu (15/8).

Massa yang hadir, sempat mengibarkan Bendera Bulan Sabit, lalu dilarang oleh aparat dan terjadilah kerusuhan. Lalu, kerusuhan melebar hingga ke Pendopo Gubernuran Aceh. Di sana, ada lambang garuda dan Bendera Merah Putih yang diturunkan massa.

"Sangat kita sayangkan kejadian ini, TNI mengimbau mari kita hormati simbol negara dan kepada seluruh pihak agar sama-sama menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dan mengganggu suasana damai," kata Muhammad Nas, lewat keterangannya.

Saat ini, situasi berangsur kondusif. Beberapa kelompok massa telah membubarkan diri dari lokasi. Namun, TNI-Polri masih berkoordinasi untuk terus mengamankan situasi.

"TNI senantiasa berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam rangka menjaga stabilitas serta kondusivitas wilayah," tutup Muhammad Nas.