TNI Tembak Mati 3 Anggota OPM di Puncak Jaya, Papua Tengah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi TNI buru KKB Papua. Foto: Pupspen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi TNI buru KKB Papua. Foto: Pupspen

Tiga orang diduga bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam baku tembak dengan personel TNI pada Selasa (16/7) malam. Insiden ini memicu massa membakar sejumlah kendaraan milik aparat dan pemerintah di Kota Mulia, Puncak Jaya, Papua Tengah, sejak Rabu (17/7) pagi.

"Mereka terdeteksi berada di warung, gerombolan OPM ini melakukan perlawanan dengan mengeluarkan tembakan, berusaha menembak aparat TNI, sehingga Prajurit TNI melumpuhkan dan menembak gerombolan tersebut," kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan, Rabu (17/7).

Tiga anggota OPM itu yakni SW (33), YW (41), DW (36). Sementara satu orang lainnya atas nama Teranus Enumbi kabur melarikan diri.

Candra mengatakan, aparat Satgas Yonif RK 753/AVT juga menyita barang bukti berupa 1 pucuk pistol rakitan serta bendera bintang kejora.

"Jadi ini diawali dengan terdeteksi keberadaan salah satu OPM Teranus Enumbi bersama beberapa anggotanya memasuki pemukiman warga di kampung Karubate, Distrik Muara dengan membawa senjata api. Oleh karenanya, dengan respon cepat aparat keamanan Satgas Yonif RK 753/AVT melakukan penindakan terhadap gerombolan OPM tersebut, " ungkap Candra.

OPM Teranus Enumbi ini dikenal kejam dan sadis menyerang, menembak dan membunuh masyarakat sipil dan aparat keamanan. Teranus Enumbi sendiri telah masuk dalam DPO Kepolisian terkait tindak pidana penyerangan aparat keamanan pada tahun 2018.

Berikut kasus kekerasan yang melibatkan OPM Teranus Enumbi:

  • 19 Juni 2024 menyerang dan menembak tukang ojek atas nama Husen (39).

  • 31 Mei 2024 menyerang dan menembak warga sipil atas nama Prasetyo (33).

  • 30 Mei 2024 menyerang dan menembak tukang ojek atas nama Jainul (44).

  • 19 Maret 2024 menyerang, menembak dan membacok 2 orang aparat keamanan atas nama Sertu Ismunandar dan Serka Salim.

"Aparat TNI Polri akan terus berupaya menjaga stabilitas wilayah dengan terus melindungi dan melayani masyarakat. Sekaligus penegakan hukum tetap ditegakkan, khususnya dari gangguan OPM," tutup Candra.