Toko Kain di Bantaran Sungai di Denpasar Roboh, 3 Orang Hilang
ยทwaktu baca 2 menit

Dua unit bangunan toko kain yang berada di sekitar bantaran sungai atau Tukad Badung di Jalan Hasanuddin, Kota Denpasar, Bali, Kota Denpasar, roboh, pada Rabu (10/9).
Robohnya bangunan itu setelah terjadi hujan deras sehingga aliran air meluap hingga ke daratan, tempat bangunan itu berdiri.
Toko tersebut adalah Toko Taslim, yang dihuni oleh seorang pria bernama Taslim (54 tahun) dan anak perempuannya, Farwah (30 tahun).
Sedangkan toko lainnya adalah Toko Centrum yang dihuni oleh seorang ibu bernama Maimunah (75 tahun), anaknya Muis (50 tahun), menantunya Nadira (47 tahun) dan cucunya Khusay (23 tahun).
"Mereka memang membuka toko dan tinggal ini. Mereka buka toko di sini rata-rata sudah sejak tahun 1980-an," kata kakak kandung Maimunah bernama Rizal Husain (63 tahun).
Toko kain ini terdiri dari tiga lantai. Para kelurga tinggal di lantai dua dan tiga yang merupakan dapur dan kamar para korban.
Bangunan Roboh Saat Korban Memasak
Rizal menduga bangunan roboh saat Maimunah memasak di dapur sekitar pukul 06.30 WITA. Hal ini lantaran Rizal dan Maimunah sedang berkomunikasi melalui ponsel.
Komunikasi Maimunah tiba-tiba terputus dan tak bisa dihubungi. Rizal kemudian menerima kabar dari sejumlah pedagang kain bahwa toko milik Maimunah roboh.
"Ceritanya tadi kakak saya sempat telepon, tapi tiba-tiba teleponnya blank (terputus), mungkin kejadiannya di situ," katanya dengan mata berkaca-kaca.
Tiga Orang Masih Hilang
Rizal mendapatkan informasi sejumlah korban telah ditemukan namun belum diketahui kondisinya. Para korban dilarikan ke rumah sakit. Adapun korban yang belum ditemukan atau hilang adalah Taslim dan anak perempuannya, Farwah, serta Maimunah.
"Kami keluarga berharap semoga ditemukan walaupun tidak selamat yang penting jenazahnya ditemukan," kata Rizal.
Bali Banjir
Hujan deras melanda Bali sejak Selasa (9/10). Hampir seluruh wilayah diterjang banjir, terparah di Denpasar. Pantauan kumparan sejumlah bangunan roboh dan kendaraan tampak tenggelam.
"Hampir ke seluruh Bali (banjir). Ketinggian bervariasi, bahkan sampai rumah lantai dua pun ada yang terendam (dengan ketinggian) 2-3 meter," kata Sekretaris BPBD Bali Gede Agung Teja Bhusana Yadnya saat dihubungi.
