Tokoh Penentang Apartheid di Afsel Menjadi Pemimpin Partai Berkuasa

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cyril Ramaphosa (Foto: REUTERS/Siphiwe)
zoom-in-whitePerbesar
Cyril Ramaphosa (Foto: REUTERS/Siphiwe)

Partai berkuasa di Afrika Selatan, Africa National Congress (ANC), telah memilih pemimpin barunya, yakni Cyril Ramaphosa. Sebagai pemimpin dari partai berkuasa sejak 1994, kesempatan ini akan membuka jalan bagi Cyril untuk menjadi calon presiden Afrika Selatan.

Dilansir Reuters, Senin (18/12), kemenangan laki-laki yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden Afrika Selatan itu diraih setelah mengalahkan Nkosazana Dlamini-Zuma. Nkosazana yang merupakan mantan istri Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma juga pernah menjabat menteri.

Berlatar seorang pengusaha dan salah satu orang terkaya di Afrika Selatan, Cyril mendapatkan kepercayaan banyak pihak untuk memberantas masalah korupsi.

Kepercayaan juga diraih Cyril karena ia memiliki pengalaman panjang dalam kancah politik di Afrika Selatan. Ia termasuk orang yang ikut menentang sistem politik apartheid di negeri tersebut.

Nelson Mandela Mengenakan Batik (Foto: RODGER BOSCH / AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Nelson Mandela Mengenakan Batik (Foto: RODGER BOSCH / AFP)

Cyril berjuang melawan kesewenangan politisi kulit putih dengan membela hak-hak penambang kulit hitam. Meski menentang politik apartheid, Cyril tidak pernah dijebloskan ke penjara seperti aktivis dan kader ANC lainnya.

Pada pertengahan 1990, Nelson Mandela, pemimpin Africa Selatan saat itu, menginginkan Cyril menjadi penggantinya menduduki kursi kepresidenan. Namun, keinginan Mandela tak disetujui oleh mayoritas petinggi partai ANC. Lantas, ia sempat meninggalkan dunia politik untuk menjadi pengusaha.

Kini, jalan untuk menjadi presiden Afrika Selatan di 2019 terbuka bagi Cyril dengan terpilihnya ia sebagai pemimpin baru ANC.