Tokoh Republikan, dari George W Bush hingga Mitt Romney, Tak Akan Memilih Trump

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Foto: Reuters/Jonathan Ernst
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Foto: Reuters/Jonathan Ernst

Cara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi berbagai masalah belakangan ini membuat kecewa banyak orang. Tak terkecuali para tokoh dari partainya sendiri, Partai Republik, yang memutuskan tak memilih Trump pada pemilu tahun ini.

Mantan Presiden AS dari Partai Republik George W Bush menyatakan tak akan mendukung Trump untuk terpilih kembali. Sikap yang sama diambil oleh adiknya, Jeb Bush, yang menyatakan tak yakin apakah tahun ini dia akan ikut pemilu atau tidak.

Hal ini disampaikan oleh sumber dekat Bush kepada New York Times pada akhir pekan ini. Selain keluarga Bush, tokoh Partai Republik lainnya Senator Mitt Romney juga memilih tak akan mendukung Trump.

Cindy McCain, janda dari Senator John McCain bahkan menyatakan akan mendukung rival Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Mantan Presiden AS, George W Bush. Foto: REUTERS/Brendan McDermid

Dua mantan menteri luar negeri Amerika Serikat di bawah George W Bush, Colin Powell dan Condoleezza Rice, sama-sama tak menyuarakan dukungannya untuk Trump. Powell belakangan muncul dengan kritikannya soal penanganan aksi protes, mengatakan Trump semakin jauh dari Konstitusi AS.

Para tokoh Republikan lainnya terdengar gamang terkait dukungannya. Padahal sudah sepatutnya mereka mendukung calon presiden dari partai sendiri.

Namun beberapa tokoh seperti Paul Ryan dan John Boehner menolak mengatakan apakah mereka akan mendukung Trump atau tidak.

Senator Mitt Romney. Foto: AFP/OLIVIER DOULIERY

Trump menuai banyak kritikan dalam caranya menangani pandemi virus corona di AS. Setelah pandemi, Trump juga banyak dikecam soal langkahnya menghadapi aksi protes massa.

Trump dikutuk karena ingin mengerahkan tentara untuk menghalau para demonstran dari Gedung Putih. Pekan lalu, Trump jadi bulan-bulanan karena menyingkirkan ratusan demonstran dari Gedung Putih hanya untuk berfoto di gereja.

Presiden AS Donald Trump berpose di depan Gereja Episkopal St John Foto: AFP/Brendan Smialowski

Menurut purnawirawan angkatan laut AS William H McRaven yang memimpin penyerbuan yang menewaskan Osama bin Laden, Trump tak layak menjadi pemimpin. Dia mengatakan, seorang pemimpin seharusnya menunjukkan kualitasnya dengan kata-kata, tindakan, dan rasa kemanusiaan.

"Ketika kita sedang berjuang dengan pandemi COVID dan tindakan rasialisme dan ketidakadilan, presiden ini tak menunjukkan kualitas itu," kata McRaven. "Negara ini harus maju tanpa dia di pucuk pimpinan."

Presiden AS Donald Trump berjalan ke gereja dari Gedung Putih Foto: AFP/Brendan Smialowski

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona