Tommy Ingin Hidupkan Program Orde Baru: Pelita dan Swasembada Pangan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tommy Soeharto hadiri acara di Bali (Foto: dok. Erwin Kallo)
zoom-in-whitePerbesar
Tommy Soeharto hadiri acara di Bali (Foto: dok. Erwin Kallo)

Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto menyoroti kondisi ekonomi di Indonesia yang saat ini memprihatinkan. Ia kemudian membandingkan dengan era Orde Baru.

Menurut Tommy, di era Orde Baru, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat dengan program Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita).

“Kita prihatin 20 tahun reformasi kehilangan GBHN (Garis Besar Haluan Negara), kehilangan Repelita dan Pelita, dan pembangunan jangka panjang 20 tahunan. Gimana bisa lebih baik kalau hanya pakai APBN dan pelita yang dicanangkan zaman Orde Baru itu harus bisa dihidupkan kembali,” ucap Tommy saat konferensi pers di Hotel Lorin, Sentul, Bogor pada Minggu (22/7).

Tommy juga menyayangkan Indonesia saat ini tak bisa swasembda pangan seperti era kepemimpinan ayahnya, Soeharto. Menurut dia, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia, dengan 3 potensi unggulan yaitu jagung, beras, dan minyak kelapa sawit.

Diklat Caleg Partai Berkarya di Hotel Lorin - Sentul (Foto: Reki Febrian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Diklat Caleg Partai Berkarya di Hotel Lorin - Sentul (Foto: Reki Febrian/kumparan)

“Itulah potensi unggulan. Kita tidak bisa paksakan gandum atau kedelai, karena kurang pas dengan wilayah kita. Dengan 3 pangan di atas, seharusnya kita bisa dapatkan devisa yang besar dari 3 produk tersebut,” imbuh Tommy.

Oleh karena itu, Tommy berharap partainya bisa menjadi partai pemenang di Pileg 2019. Sehingga, idenya untuk kembali memunculkan Pelita dan swasembada pangan bisa terealisasi.

“Kita harap Partai Berkarya menang di Pileg 2019. Kita bisa melakukan perubahan-perubahan yang lebih baik untuk rakyat Indonesia,” pungkas Tommy.