Tommy Soeharto: Korupsi Masih Merajalela

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tommy Soeharto (Foto: Reno Esnir/ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Tommy Soeharto (Foto: Reno Esnir/ANTARA)

Partai Berkarya pimpinan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) merangkul kiai-kiai di Jawa Timur. Dalam acara sarasehan yang digelar di sela kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) dan rapat pimpinan wilayah (Rapimwil) di Surabaya, Tommy mengajak para kiai tersebut untuk mengelola negeri agar lebih baik.

"Pemeluk Islam yang mayoritas di Indonesia tidak boleh menjadi buruh di negeri sendiri," kata Tommy dikutip dari Antara, Rabu (10/5).

Tommy juga menyebut hanya 20 persen umat Muslim yang saat ini menguasai ekonomi di negeri ini.

Dijelaskan putra Presiden kedua Soeharto itu, rezim pemerintahan yang memimpin saat ini dinilai tidak lebih baik dari era saat ayahnya berkuasa. "Korupsi masih merajalela," katanya.

Tommy mencontohkan di antaranya proyek pengadaan e-KTP yang sebanyak 50 persen anggarannya dikorup.

"Partai Berkarya lahir dari kekecewaan tersebut. Saya imbau kader-kader Partai Berkarya tidak mengulangi atau melakukan hal yang sama dengan perilaku pemimpin kita saat ini," ungkap Tommy.

Untuk itu, Tommy mengajak para kiai di Jawa Timur untuk turut mendukung Partai Berkarya demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Tommy Suharto. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tommy Suharto. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang KH Hasib Wahab Chasbullah, yang juga menjabat Sekretaris Dewan Pembina Partai Berkarya menyebut sedikitnya 80 kiai dari berbagai daerah di Jawa Timur hadir dalam sarasehan ini.

"Kita semua mendukung Partai Berkarya. Bahkan beberapa kiai mendukung Tommy Soeharto sebagai Calon Presiden. Sudah waktunya mengusung keluarga besar Soeharto untuk kembali menjadi pemimpin," ucapnya.

Dia beralasan, para kiai merindukan masa kejayaan Indonesia semasa dipimpin Soeharto. Tommy juga menyebut ada empat keberhasilan Soeharto.

"Pak Harto mampu mewujudkan kesejahteraan. Kami mencatat ada empat keberhasilan Pak Harto, yaitu mewujudkan kesejahteraan pangan, papan, dan infrasturktur. Empat keberhasilan Soeharto ini yang diharapkan para ulama kembali terwujud di masa sekarang," ujarnya.

Partai Berkarya berdiri pada tanggal 15 Juli 2016 dan telah mendapat legitimasi hukum sebagai partai politik di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 2016 yang disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH-21.AH.11.01 Tahun 2016.

Dengan begitu, Partai Berkarya kini menjadi salah satu dari 73 partai politik berbadan hukum yang siap mewarnai kancah perpolitikan di Tanah Air.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Berkarya Jawa Timur Anton Setiadji memastikan telah terbentuk kantor perwakilan Dewan Pimpinan Daerah di 38 kabupaten/ kota se-Jawa Timur.

Mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur ini optimistis partainya akan lolos dari verifikasi Komisi Pemilihan Umum sehingga nanti para kadernya bisa bersaing di pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah.

"Para kader kami berasal dari berbagai partai politik yang menyatakan kekecewaannya terhadap kondisi yang terjadi sekarang. Tugas saya mengakomodir agar kader-kader yang berasal dari berbagai partai politik ini menjadi berkarya," ucapnya.