Topan Mocha Menghantam, Puluhan Ribu Warga Myanmar Putus Kontak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siklon Mocha saat menghantam kawasan Sittwe, Myanmar, Minggu (14/5). Foto: Sai Aung MAIN / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Siklon Mocha saat menghantam kawasan Sittwe, Myanmar, Minggu (14/5). Foto: Sai Aung MAIN / AFP

Puluhan ribu warga di kota pelabuhan besar di Myanmar putus kontak pada Senin (15/5). Itu terjadi usai hantaman badai besar di sebelah barat Myanmar dan negara tetangga Bangladesh.

Topan Mocha menghantam wilayah Sittwe di Myanmar dan Cox's Bazar di Bangladesh dengan kekuatan angin mencapai 195 kilometer per jam. Topan itu merupakan terbesar yang menghantam Teluk Benggala dalam satu dekade terakhir.

Pada Minggu malam topan menghantam kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh. Pejabat setempat memastikan tidak ada korban jiwa akibat bencana alam itu.

Warga melintasi jalan yang dipenuhi reruntuhan pohon yang ambruk akibat dihantam siklon Mocha di Kyauktaw, Myanmar, Senin (15/5). Foto: Sai Aung MAIN / AFP

Meski demikian, di Myanmar hantaman topan menewaskan tiga orang. Dua di Negara Bagian Rakhine dan satu di Ayeyarwady.

"Beberapa penduduk juga terluka," kata pernyataan Pemerintah Myanmar seperti dikutip dari Reuters.

Pernyataan itu tak memberikan detail korban luka. Mereka hanya mengungkap sebanyak 864 rumah dan 14 rumah sakit hancur.

Sedangkan komunikasi di ibu kota Rakhine, Sittwe masih terputus. Ada 150 ribu orang tinggal di Sittwe.

Jalan menuju Sittwe juga dipenuhi tiang, pohon dan kabel listrik runtuh. Kemacetan panjang terjadi di jalanan menuju Sittwe.

Kepala junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, memerintahkan agar bantuan segera dikirim ke Sittwe. Tidak diungkap kapan bantuan diprediksi tiba.