TPU di Bali Kembali Buka Setelah 2 Tahun Tutup, Ziarah Diimbau Hanya 10 Menit
ยทwaktu baca 2 menit

Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wanasari Maruti 13 di Kota Denpasar, Bali, sudah sejak 2020 hingga 2021 tidak melayani ziarah khususnya umat Muslim saat jelang Ramadhan.
TPU tutup imbas pembatasan kegiatan masyarakat dan lonjakan kasus virus corona. Saat itu, para peziarah hanya diizinkan menabur bunga di depan halaman TPU sebagai pengganti silaturahmi kepada kerabat mereka yang dikubur di TPU.
Wakil Ketua Yayasan Pemakaman Wanasari Maruti 13, Sumartono mengatakan, pada Ramadhan tahun ini, peziarah diizinkan masuk seiring dengan pelonggaran kegiatan masyarakat.
"Karena sudah mulai (kasus corona) menurun dan keadaan membaik, kita longgarkan (ziarah ke TPU)," kata dia saat ditemui di TPU, Kamis (31/3).
Pantauan kumparan di TPU, sejumlah warga cukup ramai berdoa. Mereka berziarah bersama anak, orang tua hingga nenek-kakek. Mereka juga terlihat memakai masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah berziarah.
Sumartono mengatakan, apabila peziarah membeludak saat nyekar TPU tak akan ditutup. Ia juga telah menyiapkan langkah antisipasi kepadatan peziarah yang diprediksi memuncak pada Jumat (1/4) besok.
Adapun langkah tersebut dengan memasang spanduk imbauan penerapan prokes seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Selanjutnya, mengimbau para peziarah datang bergantian pagi dan sore hari untuk mencegah penumpukan di TPU. Biasanya, peziarah lebih suka datang pada sore hari untuk mendapatkan momen yang baik.
Ia juga meminta para peziarah tidak berlama-lama berdoa atau berinteraksi dengan peziarah lainnya. Ia mengimbau setiap keluarga berdoa dan berada di TPU maksimal 10 menit.
"Kita imbau pakai speaker agar tidak berlama-lama. Paling tidak 10 menitan. Gak usah berlama-lama berdoanya. Cukup 10 menit lah," kata dia.
Salah satu peziarah bernama Azizah (30) sangat bersyukur TPU sudah bisa dikunjungi lagi. Hal ini karena dia rindu bersilaturahmi dengan ayahnya yang meninggal beberapa tahun lalu.
Pada tahun 2020 dan 2021 lalu, ia datang seorang diri menaburkan bunga di depan TPU. Kali ini, ia datang bersama ibu, dua anak dan suaminya mengunjungi kubur ayahnya.
"Senang sudah bisa berziarah lagi. Yang dimakamkan di sini bapak saya. Jadi, biasanya sebelum pandemi corona memang maksimal silaturahmi sebulan sekali, minimal seminggu sekali bisa mampir setiap malam Jumat," kata dia.
Ia berharap agar virus corona berakhir sehingga pembatasan kegiatan masyarakat ditiadakan. Ia ingin menikmati momen Ramadhan seperti sahur dan tarawih bersama dengan keluarga dan para tetangganya.
"Harapannya agar COVID-19, semoga cepat berlalu dan bisa berjalan seperti sediakala dan normal, bisa tarawih, bisa ke makam," kata dia.
