TPU Pondok Ranggon Penuh, Tegal Alur Kini Rujukan Utama Pemakaman Pasien Corona

29 Desember 2020 9:35 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Potret udara area pemakaman yang disediakan oleh pemerintah untuk korban penyakit virus corona (COVID-19), di kompleks pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Potret udara area pemakaman yang disediakan oleh pemerintah untuk korban penyakit virus corona (COVID-19), di kompleks pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
ADVERTISEMENT
Saat ini salah satu pemakaman khusus corona, TPU Pondok Ranggon, sudah penuh dan tak lagi bisa menerima jenazah corona.
ADVERTISEMENT
PJLP GTP Pondok Ranggon, Imang Maulana, mengatakan saat ini Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, selaku SKPD yang berwenang atas pemakaman, merujuk jenazah corona ke TPU Tegal Alur, Jakarta Barat.
"Kalau rujukan dari dinas, semua ke Tegal Alur," ujar Imang saat dihubungi, Selasa (29/12).
Pemakaman Tegal Alur di Jakarta. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Meski begitu, warga bisa memilih ikut rujukan Pemprov DKI untuk memakamkan keluarga di TPU Tegal Alur, atau dimakamkan di TPU umum lainnya. Pemprov DKI memberi kelonggaran asalkan protokol kesehatan tetap dilaksanakan.
"Tapi keputusan akhir dikembalikan lagi ke pihak keluarga," tutur dia.
"Bisa (ke TPU umum)," katanya lagi.
Petugas memakamkan jenazah COVID-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Namun, Imang belum mau menjelaskan lebih detail syarat dan protokol apa saja yang harus dijalankan warga bila ingin memakamkan keluarga ke TPU umum.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Wagub DKI Ahmad Riza Patria mengatakan saat ini Pemprov DKI tengah membuka lahan baru untuk pemakaman jenazah corona. Pemprov sejak September lalu sudah mulai membuka lahan TPU Rorotan seluas 20.000 meter persegi atau dua hektar.
"Sekarang juga sedang dalam proses pengadaan pemakaman terkait covid, termasuk pemakaman umum. Jadi Insyaallah tidak ada masalah terkait pemakaman COVID. Semuanya kami antisipasi," kata Riza di Balai Kota, Senin (28/12).