Tradisi Nadran Jelang Ramadan di TPU Bojongsoang Sepi, Makam Banjir Berlumpur
·waktu baca 2 menit

Tradisi Nadran atau ziarah kubur menjadi salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di Jawa Barat menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Tempat pemakaman umum (TPU) pun kerap ramai pada momen tersebut.
Namun, ada yang berbeda dengan TPU di RW 01 Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Pada Kamis (27/2), H-3 Ramadan 1446 Hijriah atau 2025 masehi pemakaman itu sepi dari warga yang nadran.
Itu lantaran TPU tersebut sempat terendam air, akibat tanggul Sungai Cipundung jebol pada Selasa (25/2), saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Pantauan di lokasi, Kamis (27/2), area TPU di RW 01 Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang sebelumnya dikabarkan terendam air, kini masih penuh lumpur. Lumpurr-lumpur itu menutupi nisan dan keramik kuburan. Beberapa makam tampak alami kerusakan.
“Biasanya H-3 itu ramai sekali. Ada yang nadran, ada yang jualan kembang dan segala macem,” kata salah satu pengurus TPU Iin (50) saat ditemui Kamis.
“Ya, karena kemarin kena luapan tanggul jebol sama banjir mungkin jadi masih sepi, enggak tahu besok. Tapi biasanya tahun kemarin ya udah ramai,” imbuhnya.
Iin mengatakan, memang ada beberapa orang hari ini yang tetap datang ke TPU itu untuk mendoakan keluarga di makamnya. Tapi jumlahnya amat jauh bila dibanding tahun 2024, saat tak ada musibah melanda.
Sementara itu, beberapa orang yang tetap nadran di area yang sempat terendam itu, Mereka menebar bunga, melantunkan ayat suci Alquran dengan khidmat, melafalkan doa untuk keluarganya yang telah tiada.
Sekalipun, tampak kesulitan saat berjalan ke makam yang mereka tuju. Sebab, area makam masih begitu berlumpur.
Itu misalnya dilakukan oleh Erni (52). Wanita asal Antapani itu tetap ke TPU Bojongsoang buat nadran ke makam suaminya.
“Iya tetap ke sini karena sudah biasa tiap tahun. Meskipun agak kesulitan pas jalan ya,” tuturnya.
“Saya ke sini ke malam adik saya, kirim doa, bacakan yasin. Setiap tahun mau bulan puasa jadi sudah biasa seperti itu,” katanya.
