Tragedi Festival Agama Yahudi di Israel, 44 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis mengevakuasi korban di acara Lag B'Omer di Gunung Meron, Israel utara. Foto: David Cohen/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis mengevakuasi korban di acara Lag B'Omer di Gunung Meron, Israel utara. Foto: David Cohen/Reuters

Insiden menyedihkan terjadi di festival keagamaan Yahudi di Israel. Sebanyak 44 orang dilaporkan tewas akibat berdesak-desakan.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Jumat (30/4/2021) dini hari di Meron. Tempat itu dipenuhi puluhan ribu umat Yahudi yang berziarah ke makam Rabbi Shimon Bar Yochai, seorang bijak dari abad kedua.

Mereka hadir untuk memeriahkan festival keagamaan dan hari raya Lag BaOmer. Mayoritas umat Yahudi yang hadir beraliran Ultra-Ortodoks.

Petugas medis mengevakuasi korban di acara Lag B'Omer di Gunung Meron, Israel utara. Foto: David Cohen/Reuters

Perayaan Lag BaOmer sempat dilarang pada 2020 lalu. Pelarangan terkait pembatasan akibat pandemi COVID-19.

Setelah kasus COVID-19 di Israel merosot karena vaksinasi makin meluas, festival ini menjadi perayaan keagamaan terbesar yang digelar Israel di masa pemulihan dari pandemi COVID-19.

Laporan berbagai media lokal menyebut, peziarah Yahudi yang datang tiga kali lipat dari jumlah diizinkan.

Ada beberapa versi kenapa insiden menyedihkan ini bisa terjadi. Laporan awal menyebut, kejadia terjadi karena runtuhnya salah satu bagian stadion.

Suasana usai acara Lag B'Omer di Gunung Meron, Israel utara. Foto: David Cohen/Reuters

Namun, polisi menyebut peristiwa itu terjadi karena serbuan peziarah Yahudi.

Menurut jubir Badan Evakuasi Israel, korban jiwa ada yang tewas di tempat ada pula kehilangan nyawa saat mendapatkan perawatan.

"Ada 38 yang tewas di lokasi kejadian, beberapa lainnya kehilangan nyawa di rumah sakit," kata jubir badan tersebut.

Saat ini, Pemerintah Israel masih melakukan evakuasi. Terkait berapa jumlah yang luka-luka, Israel belum menyampaikan pernyataan.