Transjakarta Gandeng Korlantas, Harap Materi Blind Spot Bus Jadi Materi Uji SIM
·waktu baca 2 menit

PT Transjakarta tengah berbenah terutama dalam meningkatkan keselamatan berkendara dan pengemudi. Salah satu yang jadi perhatian, yakni belum banyaknya warga yang paham betul dengan area blind spot pada bus.
Kepala Divisi Keselamatan PT TransJakarta Brigjen Pol (Purn) Sri Suari mengatakan pihaknya segera menggandeng Korlantas Polri untuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai blind spot bus.
“Saya mau bekerja sama dengan Korlantas, dalam bentuk edukasi kepada masyarakat, publik, apa yang bisa kita lakukan. Hati-hati di bus besar dan bus tinggi itu ada titik buta,” kata Sri kepada wartawan saat meninjau proses pelatihan sopir bus di Pool PPD di Tangerang Selatan, Senin (14/11).
Menurut Sri, masih banyak masyarakat yang abai saat berkendara di jalanan, terutama saat berhadapan dengan bus besar Transjakarta yang memiliki banyak titik buta.
Karena medium bus yang besar dan tinggi, pengemudi memang tidak maksimal dalam melihat sekitar. Ada beberapa titik tidak terlihat yang kemudian disebut titik buta atau blind spot.
Mayoritas penyebab kecelakaan Transjakarta disebabkan oleh pengemudi yang tidak melihat orang melintas atau kendaraan yang menyalip terlalu dekat dengan bus.
“Kalau Anda beriringan atau akan menyalip bus besar, sebaiknya berjaga jarak. Agar posisi Anda teramati oleh si pramudi. Ini yang kita harapkan,” tuturnya.
Selain itu, Sri juga akan mengusulkan agar sosialisasi saat berhadapan dengan bus besar ini menjadi salah satu materi dari uji praktik SIM.
“Mungkin di soal ujian SIM kalau Anda berada sejajar dengan kendaraan tinggi besar dan panjang apa yang harus Anda lakukan? Jaga jarak, jaraknya berapa? Begitu. Ini di ujian SIM enggak ada pertanyaannya,” jelasnya.
Harapannya, dengan terjalinnya kerja sama ini, masyarakat akan lebih paham dan menjadi waspada ketika berkendara di jalan raya. Sehingga pramudi juga bisa lebih fokus berkendara karena kesadaran masyarakat untuk menghindar dari bus sudah tinggi.
“Karena kita ingin menciptakan situasi lalu lintas di Indonesia ini Jakarta sebagai salah satu tolak ulur tempat pembelajaran bersama, jadi lalu lintas yang ramah dan tidak menimbulkan korban,” pungkasnya.
