kumparan
31 Maret 2019 14:31

Transkrip Debat Keempat Terbuka Putaran Pertama Prabowo dan Jokowi

Debat Ke IV Pilpres, Jokowi, Prabowo
Capres no urut 01, Joko Widodo dan Capres no urut 02, Prabowo Subianto berswafoto usai Debat Ke IV Pilpres 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu, (30/3). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Setelah sesi uji panelis, segmen debat keempat Capres 2019 dilanjutkan dengan sesi pertanyaan terbuka. Masing-masing kandidat diizinkan melemparkan pertanyaan sesuai dengan topik. Lalu, mereka akan menanggapi kembali atas jawaban dari rivalnya.
ADVERTISEMENT
Sesi tanya jawab ini dibagi dalam dua putaran dengan durasi masing-masing delapan menit. Dalam putaran pertama, capres 02 Prabowo Subianto mendapatkan giliran pertama untuk melempar pertanyaan soal pertahanan dan kemanan Indonesia.
Sementara itu, Jokowi mendapat giliran kedua dengan memberikan pertanyaan terkait pemerintahan kepada Prabowo.
Berikut transkip lengkap sesi tanya jawab putaran pertama yang diambil dari bahasakita.co.id.
Retno Pinasti:
Bapak-bapak kami sebagai moderator hanya bertugas mengawal jalannya debat agar berjalan dengan tertib dan mengingatkan waktu saat telah habis. Kami ingatkan sekali lagi kepada para capres, bapak-bapak agar fokus kepada empat tema kita pada malam hari ini, yakni ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan serta hubungan internasional.
Baik kedua calon presiden untuk kesempatan pertama berdasarkan hasil pengundian, kami persilahkan calon presiden nomor urut 02, Bapak Prabowo Subianto, untuk memberikan pertanyaan terbuka kami persilakan, Bapak waktunya dua menit.
ADVERTISEMENT
Prabowo Subianto:
Baik kita bersama-sama ikut bertanggung jawab untuk pertahanan keamanan bangsa kita. Jadi saya di sini mempermasalahkan sedikit, bahwa anggapan bahwa kondisi pertahanan keamanan kita ini sudah memadai, ini saya pertanyakan, tadi saya sudah singgung bahwa pembiayaan kita adalah 0,8 persen dari GDP, 5 persen dari APBN.
Padahal tetangga-tetangga kita sampai dengan 3 persen dari GDP, 30 persen dari APBN mereka. Artinya begini Kak Jokowi, artinya mungkin kita lihat, kita beli-beli alat tetapi kita harus lihat itu kalau dalam pertahanan itu harus kita lihat aple to aple.
Itu kalau dia punya peluru-peluru kendali kalau dia umpamanya punya kapal selam kita harus tahu kemampuan kapal selamnya, ini jenisnya, ini kita beli kapal selam oke dari Korea itu kapal selam itu adalah tipe 209 ya kemampuannya sangat terbatas dengan yang dibeli Singapore dia punya tipenya sudah 218 yang bisa luncurkan apa peluru kendali dari bawah laut.
ADVERTISEMENT
Contoh jadi kalau kita membangun divisi ketiga tapi pelurunya enggak ada untuk apa kita bikin divisi ketiga, markas bagus enggak bisa perang jadi saya tanya Pak Jokowi apakah briefing-briefing yang Bapak terima ini perlu atau tidak untuk dikaji kembali. Terima kasih.
Retno Pinasti:
Baik waktunya habis Pak Prabowo Subianto kami persilakan Pak Jokowi untuk langsung
menjawab pertanyaan ini durasinya dua menit Bapak.
Joko Widodo:
Sekali lagi saya masih sangat percaya kepada TNI kita dalam mempertahankan kedaulatan negara Republik Indonesia yang kita miliki. Saya masih sangat percaya mengenai kembali lagi mengenai anggaran pertahanan, memang kita sekarang ini baru memberikan prioritas kepada pembangunan infrastruktur.
Pada suatu saat apabila pertumbuhan ekonomi kita semakin baik, karena ekonomi dunia juga pada posisi normal kita akan bisa memberikan anggaran yang lebih baik kepada TNI kita, dalam rangka membangun alutsista ke depan yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
Kalau tadi Bapak membandingkan kita dengan negara-negara tetangga, yang memang anggaran kita lebih kecil. Tetapi saya masih meyakini, bahwa dari informasi intelijen strategis yang masuk pada saya, mengatakan bahwa 20 tahun ke depan, invasi dari negara lain ke negara kita dapat dikatakan tidak ada, dalam waktu kurun 20 tahun.
Tetapi yang perlu dicermati, justru keamanan di dalam negeri yang berkaitan dengan konflik. Oleh sebab itu konflik ini jangan juga dianggap remeh, karena konflik ini bisa menjadi membesar. Karena perang teknologi perang elektronik yang dilakukan dari luar untuk menusuk langsung ke dalam.
Saya sekali lagi, saya ingin menggarisbawahi bahwa penguatan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) TNI terutama dalam penguasaan teknologi persenjataan dan cyber sangat diperlukan dalam pertahanan negara kita ini ke depan, ini kuncinya di sini mengenai pembelian pembelian hal-hal yang sangat teknis itu saya kira TNI lebih tahu.
ADVERTISEMENT
Retno Pinasti:
Habis waktunya Pak Jokowi terima kasih. Kami persilakan langsung ditanggapi oleh Bapak Prabowo Subianto dua menit Bapak.
Prabowo Subianto:
Jadi saudara, Pak Jokowi, saudara sekalian saya waktu Letnan dua, masih muda saya juga dapat pengarahan dari jenderal-jenderal saya tahun 1974. Dalam 20 tahun tidak akan terjadi perang, tahu-tahu tahun 1975, Timtim meletus. Saya letnan dua berangkat ke Timtim Pak, padahal jenderal-jenderal saya memberi pengarahan dalam 20 tahun tidak akan ada perang.
Pak yang memberi briefing kepada Bapak, aduh aduh aduh aduh Pak siapa yang memberi briefing itu pak. Tidak boleh dalam dalam pertahanan keamanan, kita tidak boleh menganggap tidak akan ada perang, six vis pacem para bellum, artinya kalau menghendaki damai siaplah untuk perang.
ADVERTISEMENT
Laut kita kaya, hutang kita kaya, negara negara lain mengincar kekayaan kita, bagaimana kok ada briefing ke presiden 20 tahun tidak akan ada invasi. Itu tidak benar. Saya katakan di sini Pak, tidak benar itu Pak. Yang beri briefing bapak harus, saya enggak tahu deh apa diapain. Kalau saya, kalau saya presidennya, ya, saya ganti itu yang kasih briefing itu. Karena saya mengalami, tidak bener.
Tidak boleh ada yang mengatakan dalam sekian tahun tidak kenapa, kita tidak tahu niat orang lain, kita tidak tahu saya menerima briefing waktu saya mau dilantik dalam 20 tahun tidak akan perang. Tahun depan kita ke Timtim, ini menurut saya penyakit bangsa Indonesia, kok berani laporan ke panglima tertinggi seperti ini, saya kira ini masalah Pak. Masalah ini bukan salah Bapak, tapi perlu bapak cek kembali briefing-briefing Bapak itu.
ADVERTISEMENT
Retno Pinasti:
Baik bapak waktunya habis pak Prabowo terima kasih kini giliran.
Zulfikar Naghi:
Baik mohon tenang pendukung capres 02, debat masih berlangsung lanjut. Mohon tenang terlebih dahulu terima kasih.
Retno Pinasti:
Baik langsung ditanggapi pak Jokowi kami persilakan waktunya sama dua menit.
Joko Widodo:
Ini yang namanya perkiraan, artinya inteligen strategis kita ini memperkirakan tidak ada, oleh sebab itu kepentingan dalam rangka strategi ke depan mestinya yang dipentingkan sebelah mana, kita menjadi tahu jangan sampai kita keliru memperkirakan ke depan, sehingga strateginya juga menjadi keliru, inilah yang ingin saya garis bawahi.
Bukan tidak, tetapi diperkirakan, intelijen strategis memperkirakan. Ini perkiraan yang namanya perkiraan bisa, bisa betul tetapi juga bisa keliru, oleh sebab itu kembali lagi ingin saya sampaikan bahwa penguasaan teknologi persenjataan dan cyber ini sangat sangat diperlukan dalam pertahanan kita ke depan.
ADVERTISEMENT
Oleh sebab itu kenapa tadi saya menyampaikan bahwa pemasangan radar udara kita, sembilan, di sembilan belas titik sudah dilakukan. Pemasangan radar, maritim kita sudah sebelas titik dilakukan itu dalam rangka menjaga kedaulatan negara kita indonesia.
Dan, kita semuanya pasti setuju bahwa anggaran pertahanan itu harus ditingkatkan lagi, ya setuju tetapi prioritasnya tentu saja kita harus ada, skala prioritas sekarang mungkin kita sudah mengerjakan untuk skala prioritas di infrastruktur ke depan, lima tahun ke depan kita akan membuat skala prioritas lagi, di pengembangan sumber daya manusia.
Mungkin ketika nanti di anggaran pertahanan akan menjadi prioritas, kenapa tidak, tapi prioritas prioritas seperti ini ada semuanya untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan masyarakat untuk kepentingan bangsa dan untuk kepentingan negara. Terima kasih.
ADVERTISEMENT
Retno Pinasti:
Baik terima kasih Pak Joko widodo waktunya habis. Dan hadirin dan pemirsa kita telah menyelesaikan debat terbuka putaran pertama, kini kita bergeser ke debat terbuka putaran kedua. Di putaran yang kedua ini kami akan ingatkan kembali bahwa total waktu dalam debat terbuka, sama delapan menit dan setiap capres berkesempatan berbicara selama dua menit untuk putaran kedua ini.
Kita akan berikan giliran pertama kepada capres nomor urut 01 Bapak Joko widodo untuk mengajukan pertanyaan kepada capres nomor 02. Waktunya dua menit kami persilakan.
Joko Widodo:
Pertanyaan saya di bidang pemerintahan, di depan tadi sudah saya sampaikan bahwa ke depan pemerintahan dilan, digital dan melayani itu sangat diperlukan oleh negara kita Indonesia. Pertanyaan saya apa pandangan bapak mengenai mall pelayanan publik. Terima kasih.
ADVERTISEMENT
Retno Pinasti:
Masih ada waktu bapak Jokowi, cukup. Baik kami persilakan bapak Prabowo Subianto untuk menjawab pertanyaan ini waktunya dua menit bapak, dimulai dari saat pak Prabowo berbicara.
Prabowo Subianto
Saya berpendapat bahwa sistem, alat, metodologi, itu bagus, baik baik saja. Jadi kalau itu pelayanan publik dan itu maksudnya untuk efisiensi untuk mengurangi red tape birokrasi dan sebagainya, saya dukung, tidak ada masalah.
Tapi inti bagi saya pemerintahan, adalah kembali bahwa lembaga lembaga pemerintah itu harus bersih, tidak boleh terjadi korupsi yang besar-besaran di lembaga pemerintah itu. Kalau punya segala sistem online, sistem pelayan publik satu pintu dan sebagainya.
Tetapi tetap political will, untuk menghilangkan korupsi itu tidak ditegakkan, ya menurut saya tetap lembaga-lembaga itu lemah dan kita mengetahui syarat negara berhasil adalah lembaga-lembaga pemerintah harus kuat, harus kuat, efektif tidak boleh ada korupsi, tidak boleh ada sogok menyogok, tidak boleh ada jual beli jabatan.
ADVERTISEMENT
Saya kaget, saya baca, saya baca bahwa ternyata pejabat pemerintah Bapak sendiri memperkirakan jual-beli jabatan itu di sembilan, 90 persen kementerian. Pejabat bapak sendiri yang bicara, ya ini masalah kita bersama, ya ini masalah kita bersama.
Jadi semua teknologi semua sistem itu baik tetapi kita harus, kita harus sepakat kalau kita sakit. Kita harus berani menghadapi penyakit kita, kalau kita sakit liver ya sakit liver kita obati. Penyakit bangsa ini korupsi terlalu banyak, rakyat tidak mau korupsi lagi di Indonesia.
Retno Pinasti:
Waktunya habis Pak Prabowo terima kasih. Terima kasih Bapak. Pak kami persilahkan kepada Capres nomor urut 01 untuk menanggapi.
Joko Widodo:
Jadi dengan mall pelayan publik ini, kita harapkan yang namanya kecepatan pelayanan itu bisa diberikan kepada para pengusaha, kepada masyarakat, kepada rakyat yang ingin mendapatkan pelayanan yang cepat dan ini sudah ada di 13 kota yang akan terus kita perbanyak di kota kota yang lain.
ADVERTISEMENT
Di pemerintah pusat sendiri, sekarang ada yang namanya OSS, Online Single Submission, yang dulunya kalau kita ngurus izin bisa enam bulan, bisa setahun. Sekarang sembilan izin bisa keluar dalam waktu tiga jam justru, justru dengan cara inilah korupsi itu akan berkurang dan akan hilang. Karena ada transparansi, ada kecepatan ada sistem yang membangun, yang memagari agar orang orang yang dulunya bisa bertransaksi untuk keluarnya sebuah izin agar cepat, itu bisa terpotong.
Dan perlu saya sampaikan kepada Pak Prabowo, bahwa korupsi kita di tahun 98 itu, negara kita terkorup di Asia, indeks persepsi korupsi kita saat itu adalah 20, saya ingat betul. KPK mengatakan ini dua puluh, 2014 angka kita menjadi lebih baik menjadi 34 dan sekarang ini indeks persepsi kita 38 artinya, artinya ada perbaikan perbaikan terus.
ADVERTISEMENT
Tidak mungkin kita pengen instan, langsung membalik jadi bersih semua enggak, tapi sistem sistem, saya percaya sistemlah yang akan memperbaiki negara ini dengan sistem yang baik dengan sistem yang cepat maka korupsi akan semakin berkurang dan nantinya hilang apabila sistem ini menjadi budaya kita.
Menjadi sebuah corporate culture dan inilah yang kita harapkan dengan pembangunan sistem sistem, online sistem, elektronik sistem, yang berbasis elektronik yang cepat, yang cepat, dan cepat. Terima kasih.
Retno Pinasti:
Waktunya habis Pak Jokowi kami persilakan. Kami persilakan pak Prabowo untuk langsung menanggapi waktunya dua menit.
Prabowo Subianto:
Jadi memang kita sepakat bahwa korupsi ini harus kita atasi dan kita paham dan kita mengerti bahwa sistem akan mendukung dan memperbaiki itu. Tapi saya kembali saya mempermasalahkan di kondisi negara sekarang pak mungkin ini yang bapak tidak tangkap dari perkembangan masyarakat yang riil yang kita alami.
ADVERTISEMENT
Ada suatu distrust, kehilangan kepercayaan kepada elit dan kepada pemerintahan, karena kadang kadang niat yang diucapkan tidak sesuai dengan pelaksanaan yang dilaksanakan di bawah itu.
Sebagai contoh, maaf Pak ya ini saya harus menyampaikan ya, bahwa bapak komit kepada demokrasi, saya tahu itu. Tetapi maaf, bocor diman-mana, surat-surat dari pejabat-pejabat bapak yang memerintahkan penggunaan aparat untuk membantu salah satu kontestan dalam pemilihan.
Pak ini kan, tidak sesuai dengan kaidah demokrasi pak. Saya kuatir mungkin Bapak tidak paham, di bawah ini banyak, ada kepala desa dimasukin penjara, dipanggil dikasih pengarahan. Aparat yang memberi petunjuk memberi pengarahan. Ini bagaimana, dengan sistem sebaik apapun, kalau memang will untuk menjalankan demokrasi tidak dijalankan menjalankan pemerintahan, saya kuatir distrust ini tambah.
ADVERTISEMENT
Retno Pinasti:
Waktunya habis pak Prabowo terima kasih. Kita telah menyelesaikan debat terbuka untuk segmen ini dan di segmen berikutnya masih ada dua putaran lagi debat terbuka yang akan dipandu oleh rekan saya Zulfikar Naghi.