Tren Corona Positif Jadi Dasar Anies Putuskan PSBB Transisi di Jakarta

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: PPID Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: PPID Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan Jakarta kembali ke PSBB transisi setelah satu bulan menerapkan PSBB ketat. PSBB transisi akan berlaku mulai 12-25 Oktober 2020.

Selama satu bulan PSBB ketat, data penularan corona menunjukkan tren positif. Mulai kasus positif, kasus aktif, hingga kapasitas tempat tidur rs rujukan corona.

Berikut datanya:

Kasus Positif dan Corona Aktif

Sejak akhir September hingga awal Oktober pertumbuhan kasus positif dan kasus aktif harian menunjukkan tren mendatar. Hal itu menunjukkan adanya perlambatan penularan corona.

Pada periode 12-25 September 2020 peningkatan penularan corona memang masih terjadi di Jakarta, namun menurun menjadi 31,74% penambahan kasus positif dan 9% untuk penambahan kasus corona aktif.

Selanjutnya pada periode 26 September sampai 9 Oktober kembali penurunan. Ini datanya:

Update data epidemiologi DKI Jakarta - 11 Oktober 2020. Foto: Pemprov DKI Jakarta
Update data epidemiologi DKI Jakarta - 11 Oktober 2020. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Okupansi Bed Rumah Sakit Rujukan Corona

Ketersediaan bed di rumah sakit rujukan juga terus menurun. Selain karena kasus corona mulai terkendali, jumlah rumah sakit rujukan juga bertambah dari 67 menjadi 98 rumah sakit.

Pada 13 September 2020 atau awal PSBB ketat, kapasitas ruang isolasi dan ICU khusus COVID-19 di Jakarta masing-masing mencapai 75% dan 83%.

"Namun, kecepatan penularan juga harus ditahan agar tidak melebihi kapasitas fasilitas kesehatan," kata Anies dalam keterangannya, Minggu (11/10).

Dengan melambatnya kasus aktif di Jakarta, lanjut Anies, daya tampung rumah sakit kembali memadai dibandingkan pada saat Pemprov DKI menarik rem darurat. Berikut datanya:

Update data epidemiologi DKI Jakarta - 11 Oktober 2020. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Kasus Kematian

Angka kematian selama PSBB ketat menunjukkan hasil yang menggembirakan. Rata-rata kasus kematian per hari turun dari 28 menjadi 18 orang perhari.

"Hasil pengamatan 2 minggu terakhir penurunan kejadian kematian pada kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Rata-rata jumlah kematian sejak 24 September mengalami penurunan," ujarnya.

Update data epidemiologi DKI Jakarta - 11 Oktober 2020. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Testing dan Angka Reproduksi Efektif

Anies juga menyampaikan pada periode 3-9 Oktober 2020, jumlah orang dilakukan test PCR mencapai 63.474 orang. Ini melebihi minimum yang ditetapkan WHO.

"Test PCR mencapai 63.474 setara dengan testing rate 6 per 1.000 penduduk dalam satu minggu," kata dia.

Selain itu, angka reproduksi efektif (Rt) juga terus menurun. Meski, belum bisa tembus di bawah 1. Saat ini, angkanya 1,07. Artinya, setiap 100 orang positif menulari 107 orang lainnya.

Update data epidemiologi DKI Jakarta - 11 Oktober 2020. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Risiko Penularan

Bedasarkan indaktor yang ditetapkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Tingkat Pusat, saat ini di Jakarta sudah berada pada tingkat risiko penularan sedang dengan skor 2,095, dibandingkan pada tanggal 13 September yang berada pada tingkat risiko tinggi dengan skor 1,4725.

"Indikator dari FKM UI menunjukkan perbaikan penilaian pada indikator Epidemiologi, Kesehatan Publik, Fasilitas Kesehatan pada 4 Oktober (skor: 67) dan 13 September (skor:58)," kata Anies.

Update data epidemiologi DKI Jakarta - 11 Oktober 2020. Foto: Pemprov DKI Jakarta