Tren Peningkatan COVID-19 Di Jateng: Semarang dan Jepara Terbanyak

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas lab menyiapkan sampel sebelum pengujian virus corona (COVID-19). Foto: Cooper Neill/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas lab menyiapkan sampel sebelum pengujian virus corona (COVID-19). Foto: Cooper Neill/REUTERS

Kasus penularan virus corona di Jawa Tengah terus meningkat. Daerah Semarang Raya dan Jateng bagian timur menjadi penyumbang kasus COVID-19 terbanyak.

Hingga Jumat (10/7), tercatat jumlah kasus positif mencapai 5.628 orang. Bahkan, berdasarkan laporan covid19.kemkes.go.id pada 9 Juli saja terdapat tambahan 120 kasus baru.

Peningkatan kasus itu kemudian diamini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“(Peningkatan 120 kasus) Itu termasuk Semarang dan Jepara, itu dua paling tinggi,” kata Ganjar. Sayangnya, Ganjar tak menjelaskan angka di masing-masing daerah itu peningkatannya berapa.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di kantornya, Selasa (7/7). Foto: Afiati Tsalitasi/kumparan

Ganjar mengatakan, selain Semarang Raya, sejumlah daerah di wilayahnya memang perlu perhatian khusus. Ganjar menyebutkan, daerah itu Jepara dan Rembang.

“Semarang raya, Jepara, Kudus, Rembang daerah yang pantau khusus. Semarang Raya kita lakukan PKM (pembatasan kegiatan masyarakat) kemudian yang Kudus, Jepara, Rembang kontak satu-satu agar lakukan pengetatan. Saya sampaikan diketati butuhnya apa, kalau kita harus bantu, akan bantu,” tegasnya.

Sebelumnya, kasus COVID-19 di Jawa Tengah berdasarkan laporan covid19.kemkes.go.id bertambah 120 kasus. Pada 8 Juli lalu, angkanya masih 5.083 kasus, kemudian 9 Juli menjadi 5.203 kasus.

Sementara itu dilaman corona.jatengprov.go.id, Kota Semarang masih jadi yang tertinggi kasus COVID-19 dengan total 768 kasus. Urutan kedua yakni Kabupaten Jepara dengan 444 Kasus.

embed from external kumparan