Tren Pertumbuhan Kasus Positif Corona di Jateng dan Jatim Naik, Jakarta Turun

kumparanNEWSverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melintas di depan mural Lawan Corona di Jalan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim
zoom-in-whitePerbesar
Warga melintas di depan mural Lawan Corona di Jalan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim

Kasus positif corona di Indonesia per 30 Maret mencapai 10.118. Meski secara kumulatif angkanya terus naik, tren peningkatan kasus di Tanah Air justru turun.

Berdasarkan kalkulasi yang kami lakukan terhadap data Gugus Tugas Covid-19, rata-rata penambahan kasus (average increment) Indonesia dalam 2 pekan terakhir (17-30 Maret 2020) turun menjadi 4,21 persen. Sebelumnya, rata-rata penambahan kasus ada di angka 5,49 persen.

Petugas Ambulans Puskesmas Kebayoran Baru, bersiap membawa pasien yang diduga terkena virus Corona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (2/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Persoalannya, tidak semua provinsi mengalami tren penurunan. Tren penambahan kasus di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Tengah justru meningkat. Ini berbeda, misalnya, dengan Jakarta, Jabar, Banten, maupun Bali yang trennya menurun.

Lantas, seperti apa datanya?

Peningkatan Kasus Corona Indonesia

Pada dasarnya, tren peningkatan kasus positif dapat dilacak dengan mencari rata-rata penambahan kasus. Caranya dengan lebih dulu mencari tingkat penambahan kasus harian (increment rate).

embed from external kumparan

Pada 30 April 2020, misalnya, penambahan kasus corona di Indonesia adalah 347. Sementara itu, total akumulasi kasus di hari sebelumnya adalah 9.771. Maka, tingkat penambahan kasus pada 30 April adalah 347/9.711 = 3,55 persen

Usai memperoleh tingkat penambahan kasus, tugas selanjutnya adalah mencari rata-ratanya. Caranya dengan menjumlahkan tingkat penambahan kasus hari H dengan tingkat penambahan kasus H-1. Hasilnya kemudian dibagi dua.

Lengkapnya lihat grafik di bawah ini.

embed from external kumparan

Peningkatan Kasus Corona Daerah

Dengan menggunakan rumus yang sama, kita memang bisa menghitung tren peningkatan kasus corona di 34 provinsi.

Meski begitu, tak semua provinsi dapat kita hitung secara setara. Itu karena, tak semua kasus corona di provinsi terjadi bersamaan. Kasus corona di sejumlah provinsi pun ada yang baru terdata oleh pusat setelah 17 April 2020.

Provinsi Aceh, misalnya, kasus corona pertama sebetulnya terjadi pada 26 Maret 2020. Namun, pusat baru mendatanya secara akumulatif pada 18 April 2020.

Petugas medis memeriksa tubuh suporter menggunakan "thermal gun" sesaat sebelum pertandingan Persebaya lawan Persipura di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim

Paling tidak, ada 13 provinsi yang datanya baru tehitung setelah 17 April 2020. Di antaranya adalah Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, hingga Papua Barat. Oleh sebab itu, hanya ada 21 provinsi yang bisa kita hitung secara lebih akurat.

Dari 21 provinsi itu, 5 provinsi mengalami tren peningkatan kasus, sementara 16 provinsi lainnya mengalami tren penurunan.

Berikut ini daftar provinsi dengan peningkatan kasus yang terus naik:

embed from external kumparan

Berikut ini daftar provinsi dengan peningkatan kasus yang terus turun:

embed from external kumparan

Dengan melihat tren peningkatan kasus corona dalam dua pekan terakhir, Indonesia memang tengah menuju keadaan yang lebih baik.

Hal ini sejalan dengan pemodelan matematika tipe SIR (susceptible-infected-recovered) yang dilakukan Data-Driven Innovation Lab yang dinaungi Singapore University of Technology and Design (STUD).

kumparan post embed

Dalam simulasi yang mereka buat, pandemi di Indonesia diprediksi baru berakhir pada 6 Juni 2020. Tentu pemodelan ini tak akan menjadi kenyataan bila kita tak mendisiplinkan diri.

Oleh sebab itu, perjuangan kita dalam melawan corona masih belum usai. Tetap di rumah, keluar seperlunya, gunakan masker, dan sering cuci tangan, ya!

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.