Truk dan Motor Diduga Ormas Masuk Tol Saat Kerusuhan, Jasa Marga Buka Suara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Tol Dalam Kota arah Slipi dan jalan arteri masih ditutup pada Kamis (27/8/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Tol Dalam Kota arah Slipi dan jalan arteri masih ditutup pada Kamis (27/8/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Jasa Marga buka suara soal dugaan truk dan sepeda motor diduga ormas masuk ke Jalan Tol Dalam Kota saat kerusuhan usai aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus lalu.

Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Widiyatmiko Nursejati mengatakan, selama aksi berlangsung, pihaknya melakukan sejumlah langkah operasional untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan tol.

“Selama berlangsungnya aksi, Jasa Marga melakukan berbagai langkah operasional, termasuk pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas, baik terhadap kendaraan yang hendak menuju Jalan Tol Dalam Kota (Cawang–Tomang–Pluit), maupun kendaraan yang telah berada di dalam jalan tol, untuk menghindari titik yang menjadi pusat kegiatan,” kata Widiyatmiko dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Senin (31/8).

Widiyatmiko mengatakan, pengaturan tersebut dilakukan dengan menutup sementara sejumlah akses menuju Jalan Tol Dalam Kota serta mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif.

Situasi di jalan Pejompongan, Jakarta, ditutup pada Kamis (27/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Sebagai bagian dari langkah tersebut, Jasa Marga melakukan penutupan sementara terhadap 10 gerbang tol dan pengalihan arus pada sedikitnya tiga gerbang tol menuju Jalan Tol Cawang–Tomang–Pluit,” ujarnya.

Menurutnya, rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Jasa Marga juga menyesuaikan pengaturan untuk mengantisipasi titik-titik yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan terhadap pengguna jalan tol.

“Langkah operasional tersebut dilakukan secara situasional dengan memperhatikan kondisi lalu lintas dan aspek keselamatan di lapangan,” kata Widiyatmiko.

Sebelumnya, beredar narasi mengenai dugaan keterlibatan kendaraan milik kelompok tertentu dalam kerusuhan setelah aksi penyampaian aspirasi pada Kamis (27/8). Informasi tersebut menyebut adanya truk dan sepeda motor yang diduga terkait ormas dan masuk ke ruas tol ketika situasi di sekitar Gedung DPR/MPR hingga kawasan Slipi memanas.

Pada malam tersebut, terjadi bentrokan massa di Pejompongan dan Slipi. Kericuhan kemudian terjadi di sejumlah titik dan membuat akses Jalan Tol Dalam Kota serta sejumlah jalan arteri di sekitarnya sempat ditutup.