Truk Sumbu 3 Dilarang Melintas di Tol & Arteri saat Arus Mudik dan Balik

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabagops Korlantas Polri Kombes Pol Eddy Djunaedi. Foto: Korlantas Polri
zoom-in-whitePerbesar
Kabagops Korlantas Polri Kombes Pol Eddy Djunaedi. Foto: Korlantas Polri

Korlantas Polri melarang truk sumbu 3 atau lebih melintas di jalan tol dan arteri selama arus mudik dan balik lebaran 2024. Aturan ini mulai berlaku Jumat (5/4) hingga Selasa (16/4).

Kabagops Korlantas Polri, Kombes Pol Eddy Djunaedi mengatakan, aturan ini berlaku untuk mengurangi kemacetan yang terjadi termasuk di jalur arteri.

"Pengaturan lalu lintas diberlakukan mulai hari Jumat, 5 April 2024 pukul 09.00 waktu setempat sampai dengan hari Selasa, 16 April 2024 pukul 08.00 waktu setempat," kata Eddy kepada kumparan, Rabu (13/3).

"Pembatasan operasional angkutan barang dilakukan terhadap; mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih; mobil barang dengan kereta tempelan; mobil barang dengan kereta gandengan; dan mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan hasil galian, tambang, dan bahan bangunan," lanjutnya.

Meski begitu, Eddy menjelaskan, ada truk-truk tertentu yang masih diperbolehkan melintas seperti truk pembawa BBM, uang, hewan ternak, pupuk, pakan ternak, logistik pemilu, keperluan penanganan bencana alam, pengangkut sepeda motor program mudik gratis, dan bahan pokok.

Berikut ruas jalan yang dilakukan pembatasan:

Jalan Tol

1. Lampung dan Sumatera Selatan: Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.

2. DKI Jakarta-Banten: Jakarta-Tangerang-Merak.

3. DKI Jakarta:

a) Prof. DR. Ir. Sedyatmo;

b) Jakarta Outer Ring Road (JORR); dan

c) Dalam Kota Jakarta.

4. DKI Jakarta dan Jawa Barat:

a) Jakarta-Bogor Ciawi-Cigombong-Cibadak;

b) Bekasi Cawang-Kampung Melayu; dan

c) Jakarta-Cikampek.

5. Jawa Barat:

a) Cikampek-Purwakarta-Padalarang Cileunyi;

b) Cileunyi-Cimalaka-Dawuan;

c) Cikampek-Palimanan-Kanci; dan

d) Jakarta-Cikampek II Selatan (Fungsional).

6. Jawa Barat Jawa Tengah: Kanci-Pejagan;

7. Jawa Tengah:

a) Pejagan Pemalang-Batang-Semarang;

b) Krapyak-Jatingaleh, (Semarang);

c) Jatingaleh-Srondol, (Semarang);

d) Jatingaleh-Muktiharjo, (Semarang);

e) Semarang-Solo Ngawi;

f) Semarang-Demak, dan

g) Jogja-Solo (Fungsional).

8. Jawa Timur:

a) Ngawi-Kertosono-Mojokerto-Surabaya-Gempol

- Pasuruan-Probolinggo;

b) Surabaya-Gresik; dan

c) Pandaan-Malang.

Jalan Arteri

1. Sumatera Utara:

a) Medan Berastagi; dan

b) Pematang Siantar-Parapat Simalungun-Porsea.

2. Jambi dan Sumatera Barat:

a) Jambi-Sarolangun Padang;

b) Jambi-Tebo-Padang;

c) Jambi Sengeti-Padang, dan

d) Padang Bukit Tinggi.

3. Jambi Sumatera Selatan Lampung: Jambi Palembang Lampung.

4. DKI Jakarta Banten: Jakarta Tangerang-Serang-Cilegon Merak.

5. Banten:

a) Merak Cilegon-Lingkar Selatan Cilegon-Anyer-Labuhan;

b) Jalan Raya Merdeka Jalan Raya Gatot Subroto; dan

c) Serang Pandeglang-Labuhan.

6. DKI Jakarta Jawa Barat: Jakarta Bekasi Cikampek-Pamanukan-Cirebon.

7. Jawa Barat:

a) Bandung-Nagreg-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar;

b) Bandung-Sumedang-Majalengka; dan

c) Bogor Ciawi-Sukabumi-Cianjur.

8. Jawa Barat-Jawa Tengah: Cirebon-Brebes.

9. Jawa Tengah:

a) Solo-Klaten-Yogyakarta;

b) Brebes-Tegal-Pemalang Pekalongan Batang-Kendal-Semarang-Demak;

c) Bawen-Magelang-Yogyakarta; dan

d) Tegal-Purwokerto.

10. Jawa Tengah Jawa Timur: Solo Ngawi.

11. Yogyakarta:

a) Jogja-Wates;

b) Jogja-Sleman-Magelang;

c) Jogja Wonosari; dan

d) Jalur Jalan Lintas Selatan (Jalan Daendels).

12. Jawa Timur:

a) Pandaan Malang;

b) Probolinggo-Lumajang:

c) Madiun Caruban-Jombang; dan

d) Banyuwangi-Jember.

13. Bali: Denpasar-Gilimanuk.