Truk Terperosok ke Lubang Galian Kabel di Pulogadung, Lalin Macet

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Truk terperosok lubang di Pulogadung (Foto: Andreas RIcky Febrian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Truk terperosok lubang di Pulogadung (Foto: Andreas RIcky Febrian/kumparan)

Sebuah truk bermuatan kabel terperosok di jalan Perintis Kemerdekaan, Pulogadung, Jakarta Timur pada Kamis (30/11). Truk tersebut terperosok akibat genangan air yang menutupi lubang galian kabel sedalam 1 meter.

"Sekitar pukul 05.20 WIB tadi pagi, saya bawa truk dari Tangerang, menuju ke gudang BGM. Karena tidak tahu jalan, saya pelan-pelan agak menepi, tahu-tahu ban belakang kiri saya sudah terperosok, saya masih berusaha mengendalikan kemudi, tapi lubangnya begitu dalam sehingga truk tidak kuasa dan semakin terperosok," ujar Wagito ketika berbincang dengan kumparan (kumparan.com).

"kata orang sekitar, di sini juga ada mobil terperosok, terus sama tukang ojek dan diangkat bareng-bareng, jam 03.00 WIB tadi, kok masih enggak diberi tanda kalo ada lubang padahal air menggenang begini. Kalau gini saya yang jadi rugi, denda karena kelalaian dilimpahkan ke saya," keluh Wagito.

Dua mobil derek telah dikirim ke lokasi, namun tidak memiliki daya yang cukup untuk mengangkat truk dari lubang.

Truk terperosok lubang di Pulogadung (Foto: Andreas RIcky Febrian/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Truk terperosok lubang di Pulogadung (Foto: Andreas RIcky Febrian/kumparan)

Jajaran Satlantas sektor Pulogadung, Aiptu Heri yang sudah ada di lokasi mengatakan, pengangkatan truk tersebut hanya bisa dilakukan oleh Crane.

"Untuk sementara Crane masih digunakan untuk pekerjaan lain, tapi nanti ketika crane sudah bisa kami pakai, kami akan tutup ruas jalan Perintis Kemerdekaan ke arah timur," ujarnya.

Lubang galian tersebut memang tidak terlihat di malam hari, karena pihak yang melakukan galian pun tidak memberikan tanda jalan bagi pengendara.

"Kebetulan kemarin cuaca hujan lebat, dan tidak ada tanda di sini ada galian, hanya gundukan tanah, kemudian kalau hujan air jadi menggenang, semakin tak terlihatlah itu lubang," sambung Heri.