Truk Trailer Tak Kuat Menanjak Timpa Minibus di Boyolali, 3 Penumpang Selamat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Truk Trailer Tak Kuat Nanjak Timpa Minibus Hiace di Tanjakan Tompak, Kecamatan Ampel, Boyolali jalan Semarang-Solo, Kamis (26/6/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Truk Trailer Tak Kuat Nanjak Timpa Minibus Hiace di Tanjakan Tompak, Kecamatan Ampel, Boyolali jalan Semarang-Solo, Kamis (26/6/2025). Foto: Dok. Istimewa

Kecelakaan lalu lintas antara truk trailer dan minibus Hiace terjadi di tanjakan Tompak, Kecamatan Ampel, Boyolali, Jalan Semarang-Solo, Kamis (26/6) sekitar pukul 05.30 WIB.

Beruntung tiga penumpang minibus Hiace selamat meski tertimpa badan truk trailer. Akibat kejadian tersebut, jalan sempat ditutup sementara untuk proses evakuasi.

Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, memastikan tidak ada korban jiwa dari peristiwa kecelakaan ini. Sopir dan tiga penumpang minibus selamat meski tertimpa kepala truk.

“Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut,” ujar Rosyid dalam keterangannya, Kamis (26/5).

Truk Trailer Tak Kuat Nanjak Timpa Minibus Hiace di Tanjakan Tompak, Kecamatan Ampel, Boyolali jalan Semarang-Solo, Kamis (26/6/2025). Foto: Dok. Istimewa

Kecelakaan bermula saat truk trailer bernomor Ad 8821 OU dan Minibus D 7538 AS sama-sama melaju dari arah Semarang menuju ke Solo. Truk trailer ada di depan dan disusul minibus Hiace di belakangnya.

“Kondisi jalan menanjak. Truk tak kuat menabrak minibus Hiace di belakangnya,” kata dia.

Meski minibus dalam kondisi ringsek, penumpang dan sopir selamat. Tak ada yang luka.

Truk Trailer Diduga Kelebihan Muatan (ODOL)

Truk Trailer Tak Kuat Nanjak Timpa Minibus Hiace di Tanjakan Tompak, Kecamatan Ampel, Boyolali jalan Semarang-Solo, Kamis (26/6/2025). Foto: Dok. Istimewa

Dari hasil penyelidikan sementara, truk trailer pengangkut kertas dari Jakarta tujuan Kartasura ini mengalami masalah teknis.

“Dari pengakuan, sopir trailer, sejak dari Salatiga, sistem pengereman sudah mengalami masalah. Diduga truk ini mengalami kelebihan muatan, over dimensi over load (ODOL),” ucap dia.

Dia menambahkan dari hasil identifikasi sementara ini barang yang diangkut kurang lebih mencapai 46 sampai 50 ton.