Trump Akui Kemiripan Situasi Iran dan Venezuela soal Isu Pergantian Rezim

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS, Donald Trump terkait serangannya ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Foto: Truth/ Donald Trump
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS, Donald Trump terkait serangannya ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Foto: Truth/ Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui ada kemiripan antara apa yang terjadi di Venezuela dan situasi di Iran. Ia menyebut situasi di Venezuela sebagai contoh bagaimana pergantian rezim bisa terjadi.

Pada awal 2026, AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro atas tuduhan penyelundupan narkotika, yang kemudian menyebabkan Maduro lengser dari kursi kepresidenan.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba Heliport Downtown Manhattan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan untuk menjalani sidang di Kota New York, Amerika Serikat, Senin (5/1/2026). Foto: Adam Gray/REUTERS

Saat ini, AS membantu sekutunya, Israel, menyerang Iran. Selama ini, Israel merasa terancam oleh Iran. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan pada Selasa (28/2) itu.

“Yang kami lakukan di Venezuela, saya pikir adalah skenario yang sempurna,” kata Trump dalam wawancara dengan The New York Times.

Politikus Republik ini kemudian menjelaskan perbedaan antara Venezuela dan Iran. Menurutnya, selama operasi militer di Iran, sebanyak 48 pemimpin di sana kehilangan nyawa, sedangkan di Venezuela, AS hanya menangkap Maduro dan istrinya; tidak ada pemimpin lain yang ikut ditangkap atau tewas.

Warga Iran berkumpul usai pengumuman tewasnya pemimpin Iran Ali Khamenei oleh Israel and Amerika di Teheran, Iran (1/3/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via Reuters

Nama Calon Pemimpin Iran

Dalam wawancara itu, Trump juga mengatakan bahwa ia telah mengantongi nama-nama calon pemimpin masa depan Iran.

“Saya sudah punya tiga pilihan yang bagus. Saya tidak mau mengungkapkannya sekarang. Mari selesaikan pekerjaan ini dulu,” sambung Trump.

Meski demikian, Trump menekankan bahwa rakyat Iran memiliki hak besar untuk menentukan nasib mereka sendiri, termasuk siapa yang akan memimpin.

“Itu terserah mereka apakah mereka akan melakukannya atau tidak. Mereka telah membicarakannya selama bertahun-tahun, jadi sekarang mereka jelas akan memiliki kesempatan,” ucap Trump.