Trump Ancam Tenggelamkan Kapal Iran Bila Dekati Blokade AS di Selat Hormuz

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi terkait konflik Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi terkait konflik Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFP

Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman kepada Iran terkait Selat Hormuz. Pada Senin (13/4) ia memberikan peringatan kepada Iran untuk tidak mendekati blokade AS di selat itu.

Dikutip dari AFP, Trump mengatakan Angkatan Laut AS telah diperintahkan untuk menghancurkan kapal serang Iran yang mendekati blokade.

Militer AS mengatakan blokade akan dimulai pukul 14.00 GMT dan berlaku untuk semua kapal yang meninggalkan atau berupaya berlabuh di pelabuhan Iran.

Namun, laporan AFP menyebut, hingga batas waktu yang ditentukan belum ada pengumuman bahwa blokade telah diberlakukan. Tanda-tanda pencegatan juga tidak terlihat.

Dalam unggahan media sosial, Trump mengatakan sebagian besar angkatan laut Iran telah dihancurkan selama perang, tetapi jika ada yang disebutnya sebagai beberapa "kapal serang cepat" Teheran yang tersisa mendekati blokade, mereka akan segera dieliminasi.

Trump mengumumkan blokade tersebut pada hari Minggu setelah delegasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance kembali dari perundingan damai dengan Iran di Pakistan. Perundingan itu tidak menemui kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran yang dimulai oleh serangan AS-Irael.

Pasukan Ranger Pakistan berjaga di dekat lokasi yang diperkirakan akan menjadi tempat perundingan AS-Iran di Zona Merah Islamabad, Pakistan, Jumat (10/4/2026). Foto: Farooq Naeem/AFP

Rabu lalu, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Pakistan sebagai mediator menyerukan semua pihak untuk tetap menghormati gencatan senjata tersebut.

"Gencatan senjata masih berlaku dan, saat saya berbicara, upaya penuh sedang dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan," kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam rapat kabinet.

Kepala Organisasi Maritim Internasional, Sekretaris Jenderal Arsenio Dominguez, mengatakan tidak ada negara yang dapat melarang hak lintas damai atau kebebasan navigasi melalui selat internasional yang digunakan untuk transit internasional.

Menteri Luar Negeri dan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mendesak kedua belah pihak untuk menjamin kebebasan navigasi dan menahan diri dari menggunakan jalur maritim sebagai alat untuk menekan, mendorong Teheran dan Washington untuk tetap berhubungan dengan mediator.

Iran telah menutup selat tersebut untuk apa yang dianggapnya sebagai kapal musuh, hanya mengizinkan kapal yang melayani negara-negara yang dianggapnya bersahabat untuk menyeberang.