Trump Bakal Bicara dengan Presiden Taiwan soal Penjualan Senjata AS
·waktu baca 2 menit

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya akan berbicara dengan Presiden Taiwan Lai Ching-te di tengah pembahasan soal penjualan senjata AS ke pulau tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Washington pada Rabu (21/5).
"Saya akan berbicara dengannya. Saya berbicara dengan semua orang," kata Trump, seperti dilansir AFP.
Trump juga menyinggung pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping saat kunjungan kenegaraan ke Beijing pekan lalu.
"Saya menjalani pertemuan yang sangat baik dengan Xi Jinping," ujarnya.
Trump menambahkan pemerintahannya akan menangani isu Taiwan ke depan.
"Kami akan mengurus itu, masalah Taiwan," katanya.
Pernyataan Trump muncul saat Gedung Putih masih mempertimbangkan paket penjualan senjata baru untuk Taiwan.
Taiwan selama ini sangat bergantung pada dukungan militer AS untuk menghadapi potensi ancaman dari China.
Pemerintah Taiwan juga berada di bawah tekanan untuk meningkatkan belanja pertahanan, termasuk melalui investasi ke perusahaan-perusahaan AS.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo mengatakan pihaknya tetap "optimistis secara hati-hati" terkait penjualan senjata dari AS meski Trump masih mempertimbangkan paket penjualan baru untuk Taiwan.
Pada Desember 2025, pemerintahan Trump menyetujui paket senjata senilai USD 11 miliar (sekitar Rp 194 triliun) untuk Taiwan, yang disebut sebagai paket terbesar sepanjang sejarah.
Sementara itu, paket kedua senilai sekitar USD 14 miliar (sekitar Rp 241 triliun) hingga kini masih menunggu persetujuan resmi.
