Trump Dikirimi Potongan Tembok Berlin, Bentuk Kritik Pagar Perbatasan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pameran Tembok Berlin di Newseum, Washington DC, Amerika Serikat. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pameran Tembok Berlin di Newseum, Washington DC, Amerika Serikat. Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Bentuk kritikan bisa disampaikan dalam berbagai cara, terkadang kreatif. Seperti organisasi di Jerman, mengirimkan potongan tembok Berlin kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Cara ini digunakan sebagai bentuk kritik pagar perbatasan antara AS dan Meksiko.

Diberitakan Newsweek, organisasi nonprofit asal Berlin Die Offene Gesellschaft (Masyarakat Terbuka) pada Sabtu (9/11) mengirimi potongan tembok Berlin asli seberat 2,7 ton ke Gedung Putih di Washington DC. Hari pengiriman bertepatan dengan 30 tahun runtuhnya Tembok Berlin di Jerman.

X post embed

Proyek pengiriman tembok ini bertajuk "Walls against Walls" atau "Tembok melawan Tembok". Dalam situsnya disebutkan, tembok ini akan jadi pengingat atas komitmen AS membangun dunia tanpa tembok atau batas.

Trump sebelumnya menuai kritikan karena akan membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko. Alasannya, Trump ingin mencegah imigran ilegal Amerika Latin yang disebutnya "pemerkosa dan pemadat" masuk ke AS.

Papan peringatan di tembok perbatasan Meksiko-AS. Foto: Reuters/Mike Blake

Dalam tulisan pada tembok Berlin itu, dengan tanda tangan "Rakyat Berlin", pengirim ingin mengirimkan pesan bahwa tembok Trump akan memisahkan masyarakat.

Hal ini terjadi pada 1980-an ketika sebuah tembok memisahkan Jerman Timur dan Barat. Usai tembok Berlin runtuh, Jerman bersatu lagi.

"Jerman bersatu lagi dan di Berlin hanya sedikit potongan yang mengingatkan kita bahwa tidak ada tembok yang bertahan selamanya," bunyi tulisan di tembok itu.

video youtube embed

Tembok tersebut dibeli dari donasi masyarakat, diterbangkan ke New York lalu dibawa dengan truk ke Washington DC. Namun Fox News melaporkan, pemerintah Trump sepertinya tidak akan menerima hadiah tersebut.

Menurut direktur pelaksana Die Offene Gesellshaft, Philip Husemann, hadiah untuk presiden AS adalah milik negara, bukan untuk individu. Sehingga tembok Berlin tersebut akan menjadi milik rakyat Amerika.

"Jadi kami berharap tembok ini akan dipajang di tempat publik di mana masyarakat bisa membacanya," kata Husemann kepada Quartz.com.