Trump Izinkan CIA Lakukan Operasi Rahasia di Venezuela
16 Oktober 2025 11:46 WIB
·
waktu baca 2 menit
Trump Izinkan CIA Lakukan Operasi Rahasia di Venezuela
Trump mengkonfirmasi mengizinkan CIA melakukan operasi rahasia di Venezuela. Tampaknya operasi ini berhubungan dengan kartel narkoba di Venezuela. kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi mengizinkan CIA melakukan operasi rahasia di Venezuela. Sebelumnya, Trump juga mengatakan sedang mempertimbangkan opsi serangan darat di Venezuela.
ADVERTISEMENT
Militer AS dalam beberapa pekan terakhir melakukan rangkaian serangan mematikan terhadap kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Karibia. Pasukan AS menghancurkan setidaknya lima kapal sejak awal September. 27 orang dilaporkan tewas dan empat di antaranya berasal dari Venezuela.
Dalam sebuah acara di Oval Office, Gedung Putih, Trump mengungkap alasan kenapa mengizinkan CIA melakukan operasi rahasia di Venezuela.
Trump juga menambahkan pihaknya sedang mempertimbangkan serangan lebih lanjut di Venezuela. Namun, dia menolak menjawab apakah CIA juga diberi kewenangan untuk mengambil tindakan terhadap Presiden Nicolas Maduro.
Sebelumnya, The New York Times mempublikasikan laporan CIA telah diberi wewenang untuk melakukan operasi rahasia di Venezuela.
Pemerintahan Trump memang telah menyatakan kartel narkoba sebagai kombatan ilegal. Dia bahkan mendeklarasikan AS dalam konflik bersenjata dengan kartel narkoba.
ADVERTISEMENT
Langkah Trump mengizinkan CIA beroperasi di Venezuela menuai protes dari anggota Kongres. Menurut mereka, Trump melakukan perang tanpa meminta persetujuan Kongres.
"Tindakan pemerintahan Trump memberi wewenang atas operasi CIA, melakukan serangan mematikan terhadap kapal dan mengisyaratkan serangan darat di Venezuela semakin menyeret AS ke dalam konflik tanpa transparansi, pengawasan, atau pagar pembatas yang jelas," kata anggota Demokrat, Senator Jeanne Shaheen.
"Warga Amerika berhak tahu apakah pemerintah sedang membawa AS ke dalam konflik lain, membahayakan anggota militer, atau mengejar operasi pergantian rezim," lanjutnya.
Hingga saat ini, pemerintahan Trump masih belum membawa bukti bahwa kapal-kapal yang jadi target memang membawa narkoba.
