Trump Janji ke Qatar Serangan Israel Tak Akan Terjadi Lagi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato dalam kongres di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (4/3/2025). Foto: Win McNamee / Pool / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato dalam kongres di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (4/3/2025). Foto: Win McNamee / Pool / AFP

Presiden AS Donald Trump berjanji ke Qatar bahwa serangan Israel yang serupa tidak akan terjadi lagi. Hal ini disampaikan Trump usai berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani.

"Hal seperti itu tidak akan terjadi lagi di tanah mereka," kata Trump, dikutip dari Reuters, Rabu (10/9).

Trump juga mengaku sangat menyayangkan serangan itu dan tidak senang atas apa yang dilakukan Israel di Qatar.

"Saya tidak senang dengan itu. Situasinya tidak bagus tapi saya akan katakan ini: Kami ingin para sandera kembali, tapi kami tidak senang dengan apa yang terjadi hari ini," katanya lagi.

Trump juga mengatakan serangan yang dilakukan Israel itu sepihak. Ini berbeda dengan laporan media Israel Channel 12 yang menyebut serangan tersebut mendapat persetujuan Trump.

Trump mengatakan telah meminta Utusan Khusus Steve Witkoff untuk memperingatkan Qatar bahwa akan ada serangan. Namun, sudah terlambat untuk menghentikan serangan.

Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Doha, Qatar, Selasa (9/9/2025). Foto: Jacqueline PENNEY / AFPTV / AFP

Di sisi lain, Qatar membantah telah menerima peringatan sebelum serangan. Qatar mengatakan peringatan dari pejabat AS baru masuk setelah ledakan terdengar di Doha.

"Pengeboman sepihak di Qatar, negara yang berdaulat dan sekutu dekat Amerika Serikat, yang bekerja keras dan bernai mengambil risiko bersama kami untuk menengahi perdamaian, tidak memajukan tujuan Israel atau Amerika," kata Trump di Truth Social.

"Meski demikian, melenyapkan Hamas, yang telah mengambil untung dari penderitaan mereka yang tinggal di Gaza, adalah tujuan mulia.

AS menilai Qatar sebagai sekutu Teluk yang kuat. Qatar telah menjadi mediator dalam upaya mengatur gencatan senjata antara Israel dan Hamas, untuk membebaskan sandera Israel yang ditahan Hamas dan untuk merencanakan perdamaian di Gaza pascakonflik.

Serangan Israel itu menargetkan tim negosiator Hamas. Dalam serangan itu, Hamas mengkonfirmasi ada lima orang yang tewas: Jihad Labad, Humam al-Hayya, Abdullah Abdul Wahid, Moamen Hassouna, dan Ahmed al-Mamluk.

Salah satu tokoh yang ditargetkan Israel adalah Khalil al-Hayya, pejabat senior sekaligus negosiator Hamas. Namun, dia selamat dalam serangan itu.