Trump Kambing Hitamkan WHO untuk Tutupi Kegagalan Atasi Corona

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Reuters/Jonathan Ernst
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Reuters/Jonathan Ernst

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dituduh mengambinghitamkan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, untuk menutupi kegagalan pemerintahnya mengatasi pandemi virus corona. Trump bahkan menghentikan dana dari AS untuk WHO.

Pernyataan ini disampaikan kepada Trump melalui surat oleh anggota-anggota DPR AS dari Partai Demokrat pada Rabu lalu, seperti diberitakan Reuters, Jumat (24/4). Surat ini disampaikan di hari yang sama ketika Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan AS tak akan memberikan dana lagi untuk WHO.

Padahal AS adalah donatur terbesar WHO yang menyumbangkan USD 400 juta (Rp 6,2 triliun) pada 2019, 15 persen dari anggaran total organisasi tersebut. Padahal WHO sangat membutuhkan peningkatan dana di saat mengatasi pandemi virus corona.

Petugas medis membawa mayat korban virus corona di New York, AS. Foto: AFP/Bryan R Smith

Trump menuduh WHO terlalu China-sentris dan mendukung China yang tertutup serta menyebarkan disinformasi soal corona. WHO membantah hal ini, mengatakan China telah transparan dan terbuka. Pembelaan WHO ini didukung oleh Partai Demokrat AS yang menyebut Trump telah gagal.

"Kebijakan ini salah arah dan upaya mengambinghitamkan WHO untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan pemerintahan Anda dalam mengatasi pandemi dan mencoba mempolitisasinya," ujar surat yang ditulis oleh Ketua Komisi Urusan Luar Negeri DPR AS, Eliot Engel, dan ditandatangani oleh 26 anggota dewan dari Demokrat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Reuters/Jonathan Ernst

Kritikan terhadap Trump telah berdatangan sejak awal wabah mendera AS. Trump dianggap lamban bereaksi, terlambat melakukan lockdown, berkonflik dengan pemerintah daerah, dan masih menggelar kampanye.

Akibatnya, kini Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah penderita dan kematian terbanyak karena corona. Dari 2,7 juta penderita corona di seluruh dunia, hampir 880 ribu di antaranya ada AS. Angka kematian di AS mencapai hampir 50 ribu orang.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.