Trump Klaim Stok Rudal Iran Hanya Tersisa 22 Persen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela kunjungan ke Taman Zhongnanhai di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela kunjungan ke Taman Zhongnanhai di Beijing, China (15/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut kapasitas rudal Iran telah berkurang signifikan setelah gelombang serangan AS-Israel. Teheran disebut hanya memiliki sisa pasokan rudal sekitar 22 persen.

Dilansir AFP, Iran telah menembakkan puluhan rudal selama beberapa minggu terakhir ke negara-negara teluk, meski ada gencatan senjata dengan AS.

"Mereka masih memiliki kapasitas. Mereka memiliki beberapa rudal, mereka memiliki beberapa drone. Saya akan mengatakan, secara persentase, mungkin 21, 22 persen dari rudal mereka," kata Trump dalam sebuah wawancara kepada NBC News.

Perkiraan jumlah rudal Iran yang tersisa itu lebih tinggi dari yang disebut Trump sebelumnya. Pada Mei lalu, dia memperkirakan sisa rudal Iran ada di angka 18 persen.

Jejak rudal terlihat melintasi langit di atas Netanya, Rabu (8/4/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Foto: Jack Guez/AFP

Militer Iran, pada Jumat lalu, mengatakan telah menembakkan "rudal peringatan" ke dua kapal perusak AS di Teluk Oman. Pernyataan ini langsung dibantah oleh militer AS.

Dua hari sebelumnya, Kuwait mengatakan telah mencegat 30 rudal balistik yang ditembakkan sebagai bagian dari "agresi Iran yang keji."

Negosiasi yang alot dengan Iran memang belum membuahkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Namun, Trump bilang Iran "tidak punya pilihan" selain mencapai kesepakatan.

"Mereka kuat, mereka bangga, ada hal-hal yang tidak pernah mereka bayangkan akan mereka lakukan dan sekarang harus mereka lakukan," ucap Trump.