Trump Marah ke Netanyahu, Kata Kasar Sampai Terlontar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Amerikas Serikat Donald Trump menggelar konpers rencana perdamaian Timur Tengah di Gedung Putih, AS.  Foto:  REUTERS/Joshua Roberts
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Amerikas Serikat Donald Trump menggelar konpers rencana perdamaian Timur Tengah di Gedung Putih, AS. Foto: REUTERS/Joshua Roberts

Eks Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata pernah marah besar terhadap mantan PM Israel Benjamin Netanyahu. Trump bahkan mengejek Netanyahu dengan kata kasar.

Pangkal permasalahan kemarahan Trump adalah aksi Netanyahu memberi selamat atas kemenangan Joe Biden di pemilu AS. Trump berpandangan tindakan Netanyahu sebagai pengkhianatan.

Sampai sekarang pun Trump masih beranggapan Biden dan Partai Demokrat curang pada pemilu AS 2020. Trump percaya kemenangannya telah dicuri.

Menurut Trump, dia adalah sosok yang membantu Netanyahu kembali jadi PM Israel. Sehingga, saat pemilu AS berlangsung tak semestinya Netanyahu menyampaikan selamat kepada Biden.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerikas Serikat Donald Trump menggelar konpers rencana perdamaian Timur Tengah di Gedung Putih, AS. Foto: REUTERS / Brendan McDermid

"Tidak ada orang yang melakukan lebih banyak untuk Bibi. Dan saya menyukai Bibi. Saya tetap menyukai Bibi," ucap Trump saat diwawancarai jurnalis Israel Barak Ravid. Bibi adalah panggilan Netanyahu.

"Tapi saya juga menyukai loyalitas. Bibi semestinya diam. Dia membuat kesalahan buruk," sambung Trump, seperti dikutip dari Washington Post.

Netanyahu diketahui menyampaikan selamat kepada Biden 12 jam setelah politikus Demokrat itu dinyatakan sebagai pemenang. Netanyahu menjadi salah satu pemimpin terakhir yang memberikan selamat kepada Biden.

Pada saat Biden dilantik Januari lalu, Netanyahu mengaku ia punya hubungan personal yang hangat dengan Biden.

Fakta tersebut semakin membuat Trump geram. Kata kasar untuk Netanyahu pun terlontar dari mulut Trump.

"Sejak itu saya tidak pernah berbicara dengan dia. F**k him," ujar Trump.

Trump lalu menceritakan, salah satu bentuk dukungan kuat bagi Netanyahu ialah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dia menegaskan, pemimpin AS lainnya tidak pernah ada yang seberani dirinya memberikan dukungan begitu besar terhadap Negara Yahudi itu.

"Saya melakukan (dukungan) itu tepat sebelum pemilu (Israel), saya banyak menolong dia," ujar Trump.