Trump Mau Rebut Gaza, AS Siapkan Summit untuk Pengembang Real Estate Timteng

26 Februari 2025 13:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Foto udara kerusakan bangunan imbas serangan Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, Minggu (19/1/2025). Foto: Mohammed Fayed/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara kerusakan bangunan imbas serangan Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, Minggu (19/1/2025). Foto: Mohammed Fayed/REUTERS
ADVERTISEMENT
Pemerintahan Amerika Serikat (AS) berencana menggelar "summit" atau pertemuan resmi dengan pengembang properti besar untuk membahas masa depan Gaza.
ADVERTISEMENT
Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan KTT itu akan melibatkan developer raksasa dari berbagai negara Arab.
“Kami akan segera mengadakan pertemuan dengan pengembang real estate terbesar di kawasan, banyak dari mereka berasal dari negara-negara Arab,” kata Witkoff dalam acara yang digelar American Jewish Committee di Washington DC, Selasa (25/2).
Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff berbicara dalam Pertemuan Puncak Prioritas FII di Miami Beach, Florida, Kamis (20/2/2025). Foto: Chandan Khanna/AFP
“Ketika orang melihat ide-ide yang muncul dari sini, mereka akan terkejut,” lanjutnya, seperti diberitakan Al Jazeera.
Pernyataan itu muncul setelah Donald Trump mengusulkan negaranya untuk mengambil alih Gaza dan mengubahnya menjadi kawasan resor pantai.
Ide tersebut memicu kecaman luas, para pengamat menyebutnya sebagai bentuk pembersihan etnis.
Ribuan warga Palestina berjalan di sepanjang Jalan al-Rashid di pesisir Gaza untuk menyeberangi koridor Netzarim dari Jalur Gaza selatan ke Jalur Gaza utara, Senin (27/1/2025). Foto: Omar AL-QATTAA / AFP
Witkoff menegaskan, AS tidak sedang merencanakan pengusiran warga Palestina, tapi menyebut tinggal di Gaza selama 10 hingga 15 tahun ke depan “tidak akan realistis” mengingat proses rekonstruksi yang panjang.
ADVERTISEMENT
“Banyak negara yang telah kami ajak bicara dari sisi kemanusiaan menyatakan kesediaan mereka untuk membantu mencari solusi permanen bagi warga Gaza,” katanya, dikutip dari Bloomberg.

Peran Israel dalam Negosiasi Gencatan Senjata

Sejumlah sandera yang ditahan di Gaza sejak serangan mematikan 7 Oktober 2023, dibebaskan oleh militan Hamas sebagai bagian dari gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tawanan antara Hamas dan Israel di Deir Al-Bala Foto: Hatem Khaled/REUTERS
Dalam kesempatan itu, Witkoff juga mengungkap soal Israel yang akan turut serta dalam perundingan fase gencatan senjata berikutnya.
“Kami telah mencapai banyak kemajuan. Israel sedang mengirim tim saat ini,” tutur Witkoff.
Menurutnya, pembicaraan lanjutan akan berlangsung di Doha atau Kairo dengan melibatkan mediator Mesir dan Qatar.
Fokus utamanya memuluskan fase kedua gencatan senjata dan membahas kemungkinan pembebasan tambahan sandera Israel.
“Jika semuanya berjalan lancar, mungkin saya akan ikut dalam negosiasi hari Minggu (2/3) nanti,” katanya.