News
·
17 Juli 2018 10:40

Trump Mengaku Sebagai Penyebab Kekacauan di Iran

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Trump Mengaku Sebagai Penyebab Kekacauan di Iran (167180)
searchPerbesar
Donald Trump. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
Presiden Donald Trump menyatakan kekacauan di Iran yang berujung kericuhan terjadi akibat keputusannya menarik Amerika Serikat dari perundingan nuklir.
ADVERTISEMENT
"(Perjanjian nuklir dengan Iran) tidak baik untuk kami dan dunia, dan mereka (Iran, -red) harus berhadapan dengan kerusuhan di seluruh penjuru kota," ucap Trump di dalam wawancara dengan Fox di Helsinki, seperti dikutip dari AFP, Selasa (17/7).
Trump mengatakan, kekacauan di Iran terjadi akibat krisis ekonomi. Kondisi ekonomi Iran diperkirakan akan semakin memburuk karena AS keluar dari perjanjian nuklir yang memuat soal pencabutan sanksi dan embargo.
"Inflasi di Iran merajalela dan melewati batas, tapi tak berarti hal itu bisa membuat anda menyakiti siapa pun, 100 persen rezim itu tidak akan membiarkan warganya tahu apa yang ada di belakang," sebut dia.
"Mereka (rakyat Iran) menggelar protes besar di seluruh negeri, mungkin lebih besar dari pada yang pernah terjadi, dan itu terjadi setelah saya menarik diri dari perjanjian (nuklir)," sambung Trump.
ADVERTISEMENT
Pada Mei lalu, Trump mengejutkan dunia usai mengumumkan membatalkan pejanjian nuklir dengan Iran dan kembali menerapkan sanksi terhadap negara tersebut. Perjanjian Iran-AS soal nuklir ditandatangani oleh Presiden Barack Obama dan negara-negara anggota Dewan Keamanan pada 2015 lalu.
Trump Mengaku Sebagai Penyebab Kekacauan di Iran (167181)
searchPerbesar
Hassan Rouhani (Foto: Reuters/Lucas Jackson)
Merespons langkah Washington, Presiden Iran Hassan Rouhani menyakini tindakan Trump tersebut malah akan membuat AS terisolasi dari pergaulan internasional.
"Logika ilegal AS tidak akan didukung oleh organisasi internasional," sebut Rouhani.
Akibat keputusan Trump, nilai mata uang Iran melemah hingga sebesar 50 persen.
Memburuknya perekonomian berbuntut terjadinya kekacauan dan demo kecil di beberapa kota. Namun, hingga kini tidak ada unjuk rasa besar yang berlansung di Iran semenjak Trump mengeluarkan putusan tersebut.