Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Trump Nekat Mencalonkan Diri untuk Periode Ketiga, Apa Bisa?
31 Maret 2025 16:39 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Presiden AS Donald Trump tampaknya serius ingin kembali mencalonkan diri untuk periode ketiga. Dia pun tengah mempertimbangkan cara untuk menembus batasan konstitusional agar bisa memimpin AS setelah periode keduanya berakhir di awal 2029.
ADVERTISEMENT
"Ada sejumlah cara yang dapat anda lakukan," kata Trump dalam wawancara via telepon dengan NBC News dari kediamannya di Mar-a-Lago, dikutip dari AP, Senin (31/3).
Dia kemudian memberikan penjelasan lebih detail kepada wartawan dari Air Force One sebelum berangkat dari Florida menuju Washington.
"Ada banyak orang yang meminta saya untuk mencalonkan diri lagi untuk periode ketiga, yang mana dalam artian tertentu merupakan periode keempat karena pemilihan 2020 benar-benar dicurangi," kata Trump. Saat pemilihan 2020, Trump kalah dari Joe Biden.
"Tapi saya tidak mau membahas soal periode ketiga sekarang karena biar bagaimana pun, waktu kita masih panjang," kata Trump lagi.
Dalam amandemen ke-22 yang ditambahkan ke Konstitusi pada 1951 setelah Presiden Franklin D. Roosevelt terpilih untuk yang keempat kalinya, dijelaskan bahwa "tidak ada seorang pun yang dapat dipilih kembali sebagai presiden lebih dari dua kali".
ADVERTISEMENT
Segala upaya untuk tetap menjabat akan dianggap mencurigakan secara hukum dan masih belum jelas seberapa serius Trump akan mengejar gagasan itu. Namun, pernyataan Trump itu dilihat sebagai cerminan yang luar biasa dari seseorang yang melanggar tradisi demokrasi ketika dia mencoba membatalkan hasil pemilu saat kalah dari Joe Biden.
Wartawan NBC News, Kristen Welker, bertanya apakah salah satu kemungkinan jalan supaya Trump bisa memimpin untuk periode ketiga adalah dengan meminta Wakil Presiden JD Vance mencalonkan diri, lalu menyerahkan tongkat estafet kepada Trump.
"Itu salah satunya. Tapi ada cara yang lain juga. Ada cara yang lain," jawab Trump.
"Apakah anda bisa memberitahu saya cara yang lainnya?" tanya Welker lagi.
"Tidak," jawab Trump tegas.
ADVERTISEMENT
Kata Ahli soal Rencana Periode ke-3 Trump
Terkait rencana Trump ini, profesor hukum konstitusi di Northeastern University di Boston, Jeremy Paul, menyatakan tidak ada argumen hukum yang sah bagi Trump untuk mencalonkan diri di periode ketiga.
Profesor hukum pemilu di Notre Dame, Derek Muller, menyinggung amandemen ke-12 yang diratifikasi pada 1804 yang menjelaskan bahwa, "tidak ada satu orang pun yang secara konstitusi tidak memenuhi syarat untuk jabatan presiden akan memenuhi syarat untuk jabatan wakil presiden Amerika Serikat".
Muller mengatakan jika Trump tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden karena amandemen ke-22, maka Trump juga tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden.
"Saya pikir tidak ada satu trik aneh untuk mengakali masa jabatan presiden," kata Muller.
ADVERTISEMENT
Ia juga mengatakan mengejar masa jabatan ketiga akan membutuhkan persetujuan yang luar biasa dari pejabat federal dan negara bagian, juga persetujuan pengadilan dan para pemilih.
Menurutnya, Trump menyinggung masa jabatan ketiga karena alasan politik untuk menunjukkan kekuatan sebesar mungkin.
"Presiden yang tidak berdaya seperti Donald Trump memiliki dorongan di dunia untuk membuatnya tampak seperti tak berdaya," pungkasnya.