Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

ADVERTISEMENT
Pemerintahan Amerika Serikat Donald Trump memangkas 1.600 posisi di Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), lembaga yang menangani bantuan luar negeri AS.
ADVERTISEMENT
Hampir semua pegawai USAID di AS ditempatkan dalam cuti administratif berbayar, kecuali pejabat tinggi dan staf esensial.
Langkah tersebut diinisiasi Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dikelola Elon Musk tak lama usai Trump dilantik kembali menjadi Presiden AS.
Padahal, selama ini USAID menjadi alat utama soft power diplomacy AS dengan menyalurkan bantuan ke negara-negara mitra dan wilayah terdampak krisis.
“Saya menyesal memberi tahu Anda bahwa Anda terkena dampak Pengurangan Tenaga Kerja,” bunyi email yang diterima salah satu pegawai USAID, seperti diberitakan Reuters.
Pemberhentian berlaku efektif 24 April mendatang.
Sebelumnya, pemberitahuan internal menyebut 2.000 posisi akan dihapus. Namun, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi.
Jumat lalu (21/2), keputusan hakim federal membuka jalan bagi pemerintahan Trump untuk melanjutkan pemangkasan ini, meski serikat pekerja menolak kebijakan tersebut.
ADVERTISEMENT
Dua mantan pejabat senior USAID memperkirakan mayoritas dari 4.600 personel, termasuk pegawai karier Layanan Sipil dan Layanan Luar Negeri AS, akan terdampak.
“Pemerintahan ini dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio kurang berpandangan jauh ke depan dalam mengurangi keahlian dan kapasitas respons krisis AS,” kata mantan pejabat USAID Marcia Wong.
“Ketika wabah penyakit terjadi atau populasi mengungsi, para ahli USAID ini yang pertama kali dikerahkan untuk memberikan bantuan,” lanjutnya.
Bantuan Luar Negeri Terhenti
Beberapa jam setelah dilantik pada 20 Januari lalu, Trump langsung menghentikan bantuan luar negeri selama 90 hari.
Pendanaan untuk program penanganan kelaparan, penyakit, dan pengungsian ikut tertunda.
Pemerintah memberikan pengecualian terbatas, total USD 5,3 miliar, sebagian besar untuk program keamanan dan antinarkotika.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, program USAID hanya mendapat kurang dari USD 100 juta, jauh dari dana tahunan mereka yang mencapai USD 40 miliar sebelum pembekuan.