Trump: Perang India-Pakistan Itu Memalukan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Donald Trump berbicara dengan wartawan setelah turun dari Marine One saat tiba di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, Minggu (4/5/2025). Foto: Rod Lamkey/AP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Donald Trump berbicara dengan wartawan setelah turun dari Marine One saat tiba di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, Minggu (4/5/2025). Foto: Rod Lamkey/AP

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut perang yang pecah antara India-Pakistan sebagai aib. Sedangkan Menlu AS Marco Rubio memastikan akan memonitor situasi.

Serangan India ke Pakistan diluncurkan pada Rabu (7/5). Serangan itu dipicu pembantaian turis India di Kashmir pada April lalu. India menuduh Pakistan di balik serangan tersebut.

Adapun AS punya hubungan dekat dengan dua negara. India adalah mitra impor terbesar AS. Sementara Pakistan masih dianggap sebagai sekutu oleh Negeri Paman Sam.

Sesaat setelah mengetahui ketegangan dua negara meningkat, Trump langsung mengeluarkan pernyataan.

“Itu memalukan, kami baru saja mendengar itu,” kata Trump seperti dikutip dari Reuters.

“Saya kira orang-orang tahu sesuatu akan terjadi berdasarkan sedikit kejadian di masa lalu. Mereka telah bertempur untuk waktu yang lama. Saya hanya berharap ini berakhir dengan sangat cepat,” sambung dia.

Ilustrasi Peta India dan Pakistan. Foto: Shutterstock

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menulis di X bahwa ia memantau situasi dengan saksama. Ia menambahkan bahwa Washington akan terus melibatkan negara-negara tetangga Asia untuk mencapai resolusi damai terhadap konflik India-Pakistan.

Terpisah, Kementerian Luar Negeri AS melaporkan bahwa Rubio sudah berbicara kepada penasihat keamanan nasional kedua negara. Kesempatan itu dipakai untuk mendesak keduanya untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka dan menghindari eskalasi.