Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Trump Pilih Arab Saudi sebagai Tujuan Kunjungan Luar Negeri Pertamanya
2 April 2025 7:35 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Sejak menjabat kembali sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada Januari 2025, Donald Trump belum pernah bertandang ke luar negeri. Perjalanan ke luar negeri pertama baru akan dilakukannya pada Mei nanti, yaitu ke Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
Rencana kunjungan Trump ke Arab Saudi dikonfirmasi oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam jumpa pers pada Selasa (1/4) waktu Washington DC.
"Presiden akan menuju Arab Saudi pada bulan Mei. Mengenai tanggal dan detail spesifik, kami akan menyampaikannya kepada Anda sesegera mungkin,” ungkap Leavitt seperti dikutip dari Saudi Gazette, Rabu (2/4).
Ketika ditanya apakah gencatan senjata di Ukraina dan Gaza akan menjadi prasyarat untuk perjalanan tersebut, Leavitt mengatakan AS terus mendorong gencatan senjata di Ukraina, tetapi tidak menawarkan jaminan yang sama untuk Gaza.
Trump sebelumnya telah menyinggung rencana lawatannya ke Saudi dan negara sekutunya di Timteng saat tampil di Florida. Namun, dia mengatakan “bulan depan”.
Trump Kunjungi Saudi Tahun 2017
Saat menjabat sebagai Presiden AS periode pertama, Trump juga menjadikan Arab Saudi sebagai negara pertama yang dikunjunginya dalam lawatan luar negeri pada 20-21 Mei 2017.
ADVERTISEMENT
Kala itu, Trump disambut megah dan mewah. Trump menandatangani kesepakatan senjata senilai sekitar US$ 110 miliar dengan Saudi. Dia juga hadir di KTT Teluk dan KTT Arab-Islam-Amerika di Riyadh.
Kunjungan ke Arab Saudi tahun ini lebih bermuatan bisnis. Ini ada kaitannya dengan permintaan Trump agar Saudi menambah investasinya ke Paman Sam dari 600 miliar dolar menjadi 1 triliun dolar.
Trump telah berbicara via telepon dengan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman (Pangeran MBS) tak lama setelah dia dilantik jadi presiden.
Arab Saudi juga terlibat dalam upaya perdamaian Rusia-Ukraina yang didukung AS. Bahkan Saudi sempat dijadwalkan menjadi lokasi pertemuan tingkat tinggi Trump-Putin soal penghentian perang Ukraina.