Trump Puji al-Sharaa Usai Pertemuan di Gedung Putih: Dia Pemimpin Kuat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Senin (10/11) Foto: X/@syrianmofaex
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Senin (10/11) Foto: X/@syrianmofaex

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja melaksanakan pertemuan dengan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, di Gedung Putih, Senin (10/11). Pertemuan ini digelar tertutup untuk media yang meliput.

Dilansir AFP, Trump memuji al-Sharaa yang ia sebut sebagai orang yang kuat.

"Dia pemimpin yang kuat, dia datang dari kawasan yang keras, dan dia juga orang yang keras," kata Trump, usai pertemuan.

"Orang-orang mengatakan, dia punya masa lalu yang sulit. Ya, saya pikir kita semua punya masa lalu yang sulit. Jujur saja, kalau kamu tak punya masa lalu yang sulit, kita tak bakal punya peluang," imbuhnya.

al-Sharaa sendiri baru saja dihapus dari daftar hitam Kemlu AS. Ia sempat masuk dalam daftar teroris, dan baru dihapus dari daftar itu beberapa hari jelang pertemuan di Gedung Putih.

Begitu juga dengan organisasi yang dipimpin al-Sharaa, Hayat Tahrir al-Sham (HTS). HTS ini masuk ke daftar organisasi teroris Kemlu AS sejak 2014 dan baru dihapus pada 2025, beberapa bulan setelah mereka berhasil menggulingkan rezim al-Assad.

al-Sharaa lalu jadi pemimpin interim di Suriah. Dengan demikian, Suriah lalu masuk ke rencana besar Trump untuk mewujudkan stabilitas perdamaian di Timur Tengah. Terlebih Trump sadar bahwa gencatan senjata antara Israel dan Hamas rapuh.

Rombongan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Senin (10/11) Foto: X/@syrianmofaex

Tapi usai pertemuan ini, Trump tidak mengkonfirmasi apakah Suriah di bahwa al-Sharaa akan bergabung dengan aliansi melawan ISIS atau menyepakati pakta tidak saling menyerang dengan Israel.

Terlepas dari itu semua, ini adalah sebuah kunjungan bersejarah. al-Sharaa--yang kepalanya sempat dihargai USD 10 juta, adalah presiden Suriah pertama yang berkunjung ke Gedung Putih.

Sementara itu, Kantor Kepresidenan Suriah lewat akun X nya menyebut pertemuan ini adalah langkah memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

"Ini adalah langkah untuk memperkuat dan mengembangkan hubungan kedua negara, terutama terkait kepentingan bersama di kawasan serta isu-isu internasional lainnya," kata Kantor Kepresidenan Suriah.

Mereka juga membagikan foto pertemuan itu. Di mana al-Sharaa duduk berhadapan dengan Trump, Wapres JD Vance, Menhan Pete Hegseth dan Kepala Staf Gabungan Militer AS Jenderal Dan Caine.