Trump Sebut COVID-19 Hantam AS Lebih Parah dari Tragedi Pearl Harbor atau 9/11

7 Mei 2020 2:33 WIB
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump melihat masker dari hasil produksi pabrik masker di Phoenix, Arizona, AS. Foto: REUTERS/Tom Brenner
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump melihat masker dari hasil produksi pabrik masker di Phoenix, Arizona, AS. Foto: REUTERS/Tom Brenner
ADVERTISEMENT
Amerika Serikat menjadi salah satu negara dengan tingkat kematian akibat virus corona tertinggi di dunia. Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut wabah COVID-19 lebih parah daripada tragedi Pearl Harbour atau teror 9/11.
ADVERTISEMENT
"Kita pernah melalui serangan paling parah, tapi ini (COVID-19) adalah yang paling parah daripada yang pernah kita alami," kata Trump di Gedung Putih, dilansir AFP, Kamis (7/5).
"Ini lebih parah dari serbuan Jepang ke Pearl Harbor tahun 1941 dan lebih parah dari serangan ke WTC (World Trade Center) tahun 2001," imbuhnya.
Serangan di Pearl Harbor terjadi pada saat Perang Dunia II tepatnya pada 7 Desember 1941. Saat itu, Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat yang tengah berlabuh di Pangkalan AL Pearl Harbour, Hawaii, tiba-tiba diserang oleh Angkatan Laut Jepang.
Akibatnya, 2.403 orang meninggal dan 1.178 terluka. Serangan ini juga memicu keterlibatan Amerika Serikat secara langsung di Perang Dunia II.
Sedangkan serangan 11 September atau serangan 9/11 adalah rangkaian empat serangan bunuh diri di beberapa titik di New York dan Washington DC. Saat itu, 19 militan Al Qaeda membajak empat pesawat jet penumpang.
ADVERTISEMENT
Dua pesawat sengaja ditabrakkan ke Menara Kembar World Trade Center (WTC) di New York City. Pesawat ketiga ditabrakkan ke Pentahon di Arlingtn, sedangkan pesawat keempat gagal mencapai targetnya dan jatuh di lapangan dekat Shanksville, Pennsyvania.
Akibat serangan ini, setidaknya 3 ribu orang tewas. Selain itu, serangan ini juga memicu AS melancarkan operasi militer di Irak, Afghanistan, dan beberapa negara lainnya hingga dua dekade.
Sementara itu, pandemi COVID-19 sejauh ini merenggut 70.000 nyawa penduduk AS. Pemberlakuan social distancing yang dilakukan secara masif pun berdampak buruk bagi perekonomian negara ini.
******************
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
******************
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.