Trump Sebut PM India Janji Akan Berhenti Beli Minyak Rusia
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden AS Donald Trump mengatakan Perdana Menteri India Narendra Modi, berjanji berhenti membeli minyak dari Rusia. Trump bahkan mengatakan akan mencoba membujuk China untuk mengambil tindakan yang sama.
AS saat ini memang tengah mengintensifkan upaya untuk memotong pendapatan energi Rusia. India dan China adalah dua pembeli utama ekspor minyak Rusia melalui jalur laut, memanfaatkan harga diskon yang terpaksa diterima Rusia setelah pembeli Eropa menolak membeli minyak Rusia. AS dan Uni Eropa juga menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina pada Februari 2022 lalu.
Trump baru-baru ini menargetkan India yang membeli minyak Rusia. AS mengenakan tarif pada ekspor India untuk mencegah pembelian minyak. Sebab, Trump sedang berusaha mendesak Rusia untuk merundingkan kesepakatan damai dengan Ukraina.
"Jadi saya tidak senang India membeli minyak (dari Rusia), dan dia (Modi) memastikan kepada saya hari ini tidak akan membeli minyak dari Rusia," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari Reuters, Kamis (16/10).
"Ini merupakan langkah besar. Sekarang kami akan membuat China melakukan hal yang sama," lanjutnya.
Hingga saat ini, Kedutaan Besar India di Washington belum merespons pertanyaan terkait apakah Modi benar membuat komitmen semacam itu kepada Trump.
Rusia adalah pemasok utama minyak India. Rusia mengekspor 1,62 juta barel per hari ke India pada September lalu.
Selama berbulan-bulan, Modi menolak tekanan AS. Pejabat India menyebut pembelian minyak itu penting untuk keamanan energi nasional.
Jepang Juga Diminta Setop Impor Minyak Rusia
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan telah berbicara dengan Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato dalam pertemuan di Washington bahwa pemerintahan Trump ingin Jepang berhenti mengimpor minyak Rusia.
"Menteri Kato dan saya juga mendiskusikan isu penting terkait hubungan ekonomi AS-Jepang dan pemerintah berharap agar Jepang berhenti mengimpor minyak Rusia," kata Bessent dalam pernyataannya di X.
Pemerintah Jepang juga belum memberikan respons terkait pernyataan Bessent.
