Trump Sebut Rusia-Ukraina Sepakat Tak Serang Infrastruktur Energi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan singkat bahwa Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi satu sama lain.

"Segera berlaku, ada gencatan senjata energi dalam perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua belah pihak telah sepakat. Jangan melanggarnya!" tulis Trump di jejaring Truth Social miliknya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, Minggu (11/10).

Belum ada konfirmasi dari Ukraina maupun Rusia mengenai kesepakatan tersebut, yang muncul menyusul eskalasi serangan mematikan dalam perang itu.

Sebelumnya pada hari Minggu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan kembali kesiapan negaranya untuk berhenti menyerang kilang minyak Rusia jika Rusia membatasi serangannya terhadap infrastruktur energi Ukraina.

Komentar Zelensky itu muncul di tengah perselisihan dengan Trump, yang sebelumnya mengecam langkah AS untuk melonggarkan sanksi terhadap solar Rusia untuk sementara waktu.

Bahkan, imbas perselisihan itu, Trump sampai menyebut sudah saatnya Ukraina punya presiden baru.