Trump Serang Spanyol di KTT NATO, Ancam Putus Hubungan Dagang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO di sela-sela KTT NATO di Ankara, pada 8 Juli 2026. Foto: Filip Singer / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO di sela-sela KTT NATO di Ankara, pada 8 Juli 2026. Foto: Filip Singer / POOL / AFP

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat jalannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, memanas pada Rabu (8/7). Trump mengancam akan memutus seluruh hubungan dagang dengan Spanyol sekaligus kembali menegaskan keinginannya agar AS menguasai Greenland.

Pernyataan Trump itu membayangi agenda KTT NATO yang semula diharapkan menunjukkan persatuan negara-negara anggota dalam memperkuat pertahanan dan mendukung Ukraina.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut Spanyol sebagai mitra yang buruk di NATO. Ia menuding Spanyol tidak berkontribusi cukup terhadap aliansi militer tersebut dan tidak mendukung operasi militer AS terhadap Iran.

"Spanyol adalah kasus yang sia-sia. Kami tidak ingin lagi berbisnis dagang dengan Spanyol," kata Trump seperti dikutip dari Reuters.

"Spanyol adalah mitra yang buruk di NATO. Mereka tidak berpartisipasi, mereka tidak membayar. Saya tidak ingin ada urusan lagi dengan Spanyol. Putuskan seluruh perdagangan dengan Spanyol, termasuk kunjungan," lanjutnya.

Trump juga mengaku telah memerintahkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk menghentikan seluruh hubungan dagang dengan Spanyol.

Pemerintah Spanyol menanggapi ancaman tersebut. Kantor Perdana Menteri Pedro Sanchez menyatakan hubungan bilateral kedua negara selama ini saling menguntungkan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia memberikan respons yang lebih keras.

"Kami adalah negara yang berdaulat dan demokratis yang membela multilateralisme dan perdamaian. Yang mengerikan adalah mencampuradukkan diplomasi dengan intimidasi," tulis Garcia melalui media sosial X.

Trump Kembali Singgung Greenland

Demonstrasi penolakan terhadap tekanan politik dan wacana pengambilalihan Greenland oleh Amerika Serikat di Nuuk, Greenland, Sabtu (17/1/2026). Foto: Evgeniy Maloletka/AP Photo

Selain menyoroti Spanyol, Trump kembali menghidupkan gagasan lama agar Greenland berada di bawah kendali AS.

Menurut Trump, pulau otonom milik Denmark tersebut jauh lebih penting bagi kepentingan negaranya dibandingkan Denmark.

"Greenland sangat penting bagi Amerika Serikat, tetapi tidak penting bagi Denmark," kata Trump.

Ia juga mengungkit sejarah Perang Dunia II dengan menyebut Denmark pernah meminta AS menjaga Greenland setelah diduduki Jerman Nazi.

Pernyataan itu langsung ditolak Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.

"Kami siap mempertahankan setiap jengkal wilayah NATO, termasuk wilayah kami sendiri," tegas Frederiksen.