Trump soal Ancaman Korut Batalkan Pertemuan: yang Terjadi, Terjadilah

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Donald Trump dan Kim Jong-un (Foto: Reuters dan AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Donald Trump dan Kim Jong-un (Foto: Reuters dan AFP)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, buka suara soal ancaman pihak Korea Utara akan membatalkan pertemuan di Singapura, 12 Juni mendatang. Ancaman ini datang setelah Korut merasa didesak oleh AS agar segera melucuti senjata nuklirnya.

Diberitakan AFP, Kamis (17/5), Donald Trump mengaku belum mendapatkan pernyataan resmi dari Pemerintah Korut terkait ancaman pembatalan pertemuannya dengan Kim Jong-un.

"Kami belum diberitahu sama sekali. Kami belum dengar apa-apa. Lihat nanti. Apapun yang terjadi, terjadilah," ujar Trump.

Sebelumnya dalam pernyataan bernada marah, Korut memperingatkan "Jika AS mencoba memojokkan kami dengan memaksakan melucuti nuklir secara sepihak, kami tidak lagi tertarik pada dialog itu," kata wakil Menlu Korut Kim Kye-gwan.

Dia menambahkan, Korut akan "mempertimbangkan" pertemuan di Singapura bulan depan untuk membahas denuklirisasi Korut.

Menanggapi hal ini, Kim Hyun-wook, analis dari Korea National Diplomatic Academy menyebut langkah Korut hanyalah bagian dari diplomasi klasiknya dengan China dan AS.

"Sepertinya Kim Jong-un didorong untuk menerima permintaan AS untuk 'denuklirasi terlebih dulu'. Tapi kini Korut mencoba untuk mengubah posisinya setelah memperbaiki hubungan dengan China," pungkasnya kepada AFP.

Sedangkan Joshua Pollack dari Hubungan Internasional Middlebury Institute menilai Korut tak terima dengan kondisi yang ada.

"Mereka tidak senang dengan apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Masih ada jurang menganga dalam diplomasi Pyongyang dan Washington D.C.," kata dia.