Trump soal Biden Unggul dalam Polling Pemilu AS: Saya Tidak Percaya

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Joe Biden dan Donald Trump Foto: AFP/Saul Loeb, Robyn Beck
zoom-in-whitePerbesar
Joe Biden dan Donald Trump Foto: AFP/Saul Loeb, Robyn Beck

Amerika Serikat akan menggelar pemilu pada 3 November mendatang. Presiden Donald Trump yang merupakan capres petahana dari Partai Republik akan melawan Joe Biden yang merupakan capres dari Partai Demokrat.

Dikutip dari Reuters, Jumat (1/5), dalam jajak pendapat atau polling yang dilakukan sejumlah lembaga survei, Biden mengungguli Trump dalam Pemilu AS.

Salah satu lembaga survei Ipsos mengungkapkan, Biden unggul 44 persen sementara Trump 40 persen. Selain itu, di tiga negara bagian yakni Michigan, Wisconsin, dan Pennsylvania, Biden juga unggul dari Trump.

Padahal tiga negara bagian itu mendongkrak suara Trump pada Pemilu 2016 lalu ketika melawan Hillary Clinton. Tiga negara bagian itu menjadi kunci Trump melenggang mulus ke Gedung Putih.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump Foto: Reuters/Yuri Gripas

Menanggapi hasil polling tersebut, Donald Trump menolak mengakuinya. Ia menegaskan tidak percaya dengan hasil survei maupun polling.

"Saya tidak percaya pada polling," kata Trump.

"Saya percaya orang-orang di negara ini cerdas dan saya tidak berpikir bahwa mereka akan menempatkan seorang pria yang tidak berkompeten (Biden)," tambahnya.

Trump sebelum menjadi Presiden AS terkenal sering mengkritik Biden. Baik ketika Biden masih menjadi senator hingga menjadi Wakil Presiden mendampingi Barack Obama.

"Saya tidak bermaksud mengatakan (Biden) tidak kompeten karena kondisi yang dia dapatkan sekarang. Maksud saya, dia tidak kompeten selama 30 tahun. Semua yang dia lakukan adalah buruk. Kebijakan luar negerinya adalah bencana," kata Trump.

-----

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.