Trump soal Jenderal Iran Dibunuh: Kami Ingin Hentikan Perang

kumparanNEWSverified-green

comment
14
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto: REUTERS/Leah Millis
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto: REUTERS/Leah Millis

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya buka suara terkait pembunuhan terhadap Jenderal Iran sekaligus pemimpin Pasukan Quds, Qasem Soleimani. Soleimani tewas dalam serangan udara AS pada Jumat (3/1) dini hari.

Penjelasan Trump sama seperti pernyataan yang telah disampaikan oleh Pentagon. Soleimani terpaksa dibunuh karena akan menyerang sejumlah diplomat AS.

"Soleimani merencanakan serangan yang segera dan seram terhadap para diplomat dan personel militer Amerika, tetapi kami menangkapnya dan menghentikannya," kata Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago dikutip dari Reuters, Sabtu (4/1).

Donald Trump. Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Trump berdalih serangan itu bertujuan untuk menghentikan perang. Ia membantah tudingan sejumlah politisi Demokrat yang menyebut tindakannya akan memicu perang.

“Kami mengambil tindakan tadi malam untuk menghentikan perang. Kami tidak mengambil tindakan untuk memulai perang," ucap Trump.

Sebelumya mantan Wakil Presiden AS ke-47, Joe Biden, yang merupakan politisi Demokrat mengecam serangan AS yang menewaskan Soleimani. Biden juga mempertanyakan strategi Trump ke depan untuk menghadapi Iran.

"Presiden Trump baru saja melemparkan sebatang dinamit ke dalam lemari besi," ucap Biden.

kumparan post embed

Sementara Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei naik pitam atas tewasnya Soleimani. Ia berjanji akan balas dendam dengan keji terhadap Amerika Serikat.

"Dengan berpulangnya dia, Insyaallah, pekerjaan yang ditinggalkannya tak akan berhenti, kami akan balas dendam dengan keji kepada penjahat yang membuat tangannya bersimbah darah darinya (Soleimani) dan martir-martir lainnya," ucap Khamenei.

Dalam sepekan terakhir, AS terus menggempur Irak lewat udara. Pada Jumat dini hari, serangan AS menewaskan Soleimani dan beberapa figur top Hashed al-Shaabi. Hashed adalah kelompok militer Syiah pro-Iran.

AS dan Iran dikenal kerap berseteru usai Trump berkuasa. Perseteruan dimulai dari AS menarik diri dari perjanjian nuklir yang berujung perseteruan terbuka kedua negara.