Trump: Suatu Kehormatan Mencabut Sanksi Suriah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Brendan Smialowski/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Brendan Smialowski/AFP

Presiden AS Donald Trump menghadiri KTT Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang digelar di Riyadh, Arab Saudi. Dalam kesempatan itu, Trump menyinggung keputusannya mencabut sanksi terhadap Suriah.

Dikutip dari BBC, Rabu (14/5), Trump mengungkap berbicara lewat sambungan telepon dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan terkait pencabutan sanksi Suriah. Dalam percakapan itu, Trump menyebut 'merupakan sebuah kehormatan' dapat mencabut sanksi Suriah.

"Ini akan menjadi hal yang baik," kata Trump.

Selain itu, Trump juga mengatakan ada kesempatan bagi Lebanon untuk memiliki masa depan yang lebih baik, dan salah satunya adalah 'lepas dari cengkeraman Hizbullah'.

Lebih lanjut, Trump mengatakan di akhir masa jabatan pertamanya beberapa tahun lalu, semua momentum di Timur Tengah mengarah pada perdamaian.

Pangeran MBS, Presiden AS Donald Trump, dan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa di Riyadh, Arab Saudi, Rabu (14/5/2025). Foto: X/@PressSec

Sehingga, Trump berharap agar perkembangan menuju perdamaian ini dapat berlanjut. Ia juga menyinggung Perjanjian Abraham dan menyebut akan menambahkan lebih banyak negara dalam perjanjian itu untuk menormalisasi hubungan dengan Israel di wilayah itu.

Terakhir, Trump mengatakan bahwa seluruh dunia sedang membicarakan apa yang tengah dilakukan oleh pemimpin Timur Tengah. Menurut Trump, para pemimpin akan menciptakan Timur Tengah yang berkembang pesat dan menjadi pusat geografi dunia.

"Suatu kehormatan dapat menghabiskan waktu dengan Pangeran Mohammed bin Salman," pungkas Trump menyinggung Putra Mahkota sekaligus PM Arab Saudi yang juga meminta Trump mencabut sanksi untuk Suriah itu.